WWW.TAJUKJURNALIS.NET
PAREPARE, SULAWESI SELATAN — Setelah sekitar lima bulan dilanda kemarau panjang, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, akhirnya kembali diguyur hujan pada Senin (26/10/2026). Hujan yang dinantikan masyarakat tersebut mulai turun sekitar pukul 15.35 WITA, membasahi kawasan permukiman hingga pesisir kota.
Pantauan di Kelurahan Ujung Baru, Kecamatan Soreang, menunjukkan hujan turun dengan intensitas ringan. Meski belum terlalu deras, guyuran hujan membuat sejumlah ruas jalan, termasuk Jalan Jenderal Ahmad Yani, tampak basah tanpa menimbulkan genangan berarti.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Parepare, Rasdy Gery, mengatakan hujan tersebut sesuai dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Namun, intensitas hujan yang turun masih tergolong ringan.
“Ini hujan pertama kali di Parepare sejak kita berbulan-bulan dilanda kekeringan. Ini baru hujan setelah sekitar lima bulan kita menghadapi kemarau panjang, terhitung sejak Mei 2026,” ujar Rasdy, Senin (26/10/2026).
Ia mengungkapkan rasa syukur atas turunnya hujan setelah masyarakat menghadapi cuaca panas dan kondisi kekeringan selama beberapa bulan terakhir. Ia berharap hujan tersebut menjadi awal membaiknya kondisi lingkungan serta ketersediaan air bagi masyarakat.
“Ya, tentu kita tetap bersyukur apa pun yang diberikan. Hujan ini pasti menjadi berkah bagi kita semua,” tuturnya.
BPBD Ingatkan Potensi Penyumbatan Drainase
Di balik rasa syukur atas turunnya hujan, BPBD Parepare mengingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi genangan maupun banjir apabila hujan dengan intensitas tinggi terjadi.
Menurut Rasdy, hujan pertama setelah kemarau panjang berpotensi membawa debu dan kotoran yang menumpuk selama musim kering. Endapan atau sedimentasi tersebut dapat menghambat aliran air apabila saluran drainase tidak dibersihkan secara berkala.
“Yang perlu dicatat, pada hujan pertama ini lapisan bawahnya masih debu. Nanti hujan selanjutnya baru menyentuh permukaan tanah,” jelasnya.
Karena itu, BPBD mengimbau perangkat kecamatan, kelurahan, serta masyarakat untuk bergotong royong membersihkan saluran drainase di lingkungan masing-masing. Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan aliran air tetap lancar ketika curah hujan meningkat.
Masyarakat juga diharapkan tidak membuang sampah ke saluran air serta memeriksa kondisi drainase di sekitar permukiman guna mengurangi risiko penyumbatan.
Turunnya hujan setelah kemarau panjang menjadi kabar menggembirakan bagi warga Parepare. Namun, kesiapsiagaan dan kebersihan lingkungan tetap menjadi perhatian bersama untuk mengantisipasi perubahan cuaca dalam beberapa waktu ke depan.
Sumber: Keterangan Kepala Pelaksana BPBD Kota Parepare, Rasdy Gery.






