Tajukjurnalis.net, Luwu Timur, Minggu (28/9/2025) – Ketua Asosiasi Petani Lada bersama segenap masyarakat petani lada di Luwu Timur menggelar deklarasi menolak tambang, khususnya di enam desa yang menjadi pusat perkebunan lada.
Masyarakat menyatakan tidak menerima kehadiran tambang di wilayah tersebut karena dianggap sangat merugikan, terutama bagi petani yang menggantungkan hidup dari kebun lada.
Saat ditemui awak media, perwakilan petani lada menjelaskan bahwa ribuan masyarakat di enam desa akan terdampak langsung jika pemerintah tetap memberikan izin tambang di daerah perkebunan lada mereka.
Ketua Asosiasi Petani Lada menegaskan bahwa pihaknya bersama masyarakat petani lada sepakat menolak keras keberadaan tambang. Mereka juga meminta kepada Pemerintah Kabupaten Luwu Timur agar mempertimbangkan nasib petani sebelum memberikan izin.
“Kami masyarakat petani lada menolak keras adanya tambang. Pemerintah harus memperhitungkan keberlangsungan hidup petani lada,” tegas Ketua Asosiasi Petani Lada.
(Kabiro: Muchtar)














