Rizky Subrata, S.H.
www.Tajukjurnalis.net/08/06/2026 memulai kariernya sebagai wartawan saat dunia media masih didominasi koran dan majalah cetak. Dengan latar belakang pendidikan hukum, ia punya ketajaman analisis yang beda dari wartawan lain. Setiap berita yang ia tulis selalu rapi, berimbang, dan berpihak pada fakta. Dari lapangan sampai ruang redaksi, Rizky belajar bahwa kejujuran adalah modal utama seorang jurnalis.
Di masa awal, Rizky akrab dengan deadline harian, mesin tik, sampai ngotak-ngatik layout koran. Ia meliput langsung ke lokasi: demo mahasiswa, sidang pengadilan, hingga kisah warga kecil. Pengalaman itu membentuk nalurinya sebagai reporter lapangan. Ia percaya, jurnalis yang baik harus turun ke bawah, bukan cuma menulis dari balik meja.
Seiring waktu, dunia media masuk ke era digitalisasi. Koran mulai ditinggalkan, portal berita dan media sosial jadi rumah baru pembaca. Rizky nggak gagap teknologi. Ia belajar menulis cepat, mengolah data, bikin headline yang klikabel, tapi tetap menjaga kode etik jurnalistik. Dari wartawan cetak, ia bertransformasi jadi jurnalis digital yang melek data dan platform.
Di era sekarang, Rizky Subrata, S.H. aktif memproduksi konten berita lewat website, YouTube, dan media sosial. Ia paham bahwa kecepatan tanpa akurasi itu berbahaya. Jadi setiap informasi yang ia sebar tetap melewati verifikasi dan konfirmasi narasumber. Gaya tulisannya pun berubah: lebih ringkas, visual, tapi bobot hukum dan analisisnya tetap kuat.
Perjalanan Rizky jadi bukti bahwa jurnalis sejati bisa beradaptasi tanpa kehilangan jati diri. Dari wartawan koran sampai jurnalis digital, prinsipnya sama: mencari kebenaran dan menyampaikannya ke publik. Di tengah derasnya hoaks, sosok seperti Rizky Subrata, S.H. justru makin dibutuhkan sebagai penjernih informasi di zaman digitalisasi ini.(pimpinan redaksi 2)














