WWW.TAJUKJURNALIS.NET, PAREPARE — Di tengah berbagai tantangan moral yang dihadapi birokrasi modern, mulai dari krisis integritas, lemahnya etika pelayanan publik, hingga maraknya penyalahgunaan jabatan di berbagai daerah, Wali Kota Parepare Tasming Hamid mengambil langkah yang dinilai berani, visioner, dan menyentuh akar pembinaan karakter aparatur negara.
Melalui kebijakan yang mendorong ASN Muslim di Kota Parepare agar mampu membaca Al-Qur’an dengan baik, Tasming Hamid dinilai sedang membangun fondasi birokrasi yang tidak hanya profesional secara administratif, tetapi juga kuat secara moral, spiritual, dan kemanusiaan.
Kebijakan tersebut mendapat sambutan positif dari berbagai kalangan masyarakat, tokoh agama, akademisi, hingga pemerhati sosial. Banyak yang menilai bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap pembinaan mental aparatur di tengah era modern yang semakin kompleks.
Bagi Tasming Hamid, ASN bukan sekadar pekerja kantor atau pelaksana administrasi pemerintahan. ASN adalah pelayan masyarakat, representasi negara, sekaligus figur yang harus memberi keteladanan di tengah masyarakat.
Karena itu, kemampuan membaca Al-Qur’an dipandang bukan hanya sebagai kemampuan teknis keagamaan, tetapi bagian dari proses membangun karakter aparatur yang amanah, jujur, disiplin, santun, dan bertanggung jawab.
“Ketika ASN dekat dengan Al-Qur’an, maka nilai kejujuran, keadilan, kedisiplinan, dan rasa takut berbuat zalim akan tumbuh dalam dirinya. Ini yang sangat dibutuhkan dalam birokrasi modern,” ujar salah satu tokoh masyarakat Parepare.
Langkah ini dinilai sangat relevan dengan kebutuhan zaman. Di tengah meningkatnya tuntutan pelayanan publik yang profesional dan bersih, pendekatan spiritual dianggap menjadi salah satu solusi penting dalam memperkuat integritas aparatur.
Sejumlah pengamat pendidikan dan psikologi religius menjelaskan bahwa interaksi rutin dengan Al-Qur’an memiliki dampak besar terhadap pembentukan kepribadian seseorang. Tilawah Al-Qur’an diyakini mampu:
1. meningkatkan ketenangan jiwa,
2. memperkuat pengendalian diri,
3. menumbuhkan empati sosial,
4. membangun kecerdasan spiritual dalam pengambilan keputusan.
Bahkan dalam berbagai kajian psikologi modern, kecerdasan spiritual atau spiritual quotient (SQ) disebut sebagai salah satu faktor penting dalam membentuk kepemimpinan yang bijaksana dan tahan terhadap tekanan.
Karena itu, kebijakan Pemerintah Kota Parepare dipandang bukan hanya bernilai religius, tetapi juga memiliki dimensi sosial, psikologis, dan etika pemerintahan yang sangat kuat.
Banyak pihak menilai bahwa Tasming Hamid sedang mencoba menghadirkan model birokrasi yang berbeda: birokrasi yang tidak hanya mengejar target administrasi dan pembangunan fisik, tetapi juga membangun manusia di dalam sistem pemerintahan itu sendiri.
Di tengah derasnya arus pragmatisme dan materialisme, keberanian seorang kepala daerah untuk membawa nilai-nilai Al-Qur’an ke dalam pembinaan aparatur dianggap sebagai langkah yang jarang ditemukan.
Masyarakat Parepare sendiri dikenal religius dan memiliki kedekatan kuat dengan tradisi Islam. Karena itu, kebijakan ini dianggap sejalan dengan kultur sosial masyarakat serta menjadi bentuk penghormatan terhadap identitas religius daerah.
Sejumlah warga bahkan berharap program ini nantinya tidak berhenti pada kemampuan membaca Al-Qur’an semata, tetapi berkembang menjadi gerakan pembinaan akhlak ASN secara menyeluruh, sehingga lahir aparatur yang:
1. bersih dari praktik korupsi,
2. santun dalam melayani,
3. rendah hati terhadap masyarakat,
4. sadar bahwa jabatan adalah amanah yang akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah SWT.
Di bawah kepemimpinan Tasming Hamid, Pemerintah Kota Parepare kini dinilai sedang menapaki arah baru pembangunan birokrasi: modern dalam tata kelola, profesional dalam pelayanan, namun tetap religius, berakhlak, dan berjiwa Qur’ani.
Banyak kalangan menilai, jika semangat seperti ini terus dijaga dan dikembangkan, Parepare bukan hanya akan dikenal sebagai kota yang maju secara pembangunan, tetapi juga sebagai daerah yang berhasil menghadirkan pemerintahan yang teduh, bermoral, dan penuh keberkahan.














