Lahat.kikim barat www.tajukjurnalis.net membongkar paksa sejumlah warung “remang-remang” yang selama ini diduga digunakan sebagai tempat praktik maksiat.
Berdasarkan pantuan , terdapat sebanyak sembilan warung maksiat yang menjadi sasaran pembongkaran paksa dari warga.
Puluhan warga tersebut berasal dari desa Wonorejo,suka merindu,jajaran baru dan ulak Bandung. Warga membongkar warung tersebut menggunakan linggis dan tangan kosong.
Mereka mengaku tindakan tersebut terpaksa dilakukan karena warga sudah resah dengan aktivitas pemilik yang menggunakan warung untuk menjual minuman beralkohol dan menjajakan wanita penghibur.
“Keberadaan warung remang-remang sudah membuat warga resah karena mereka menjual minuman keras dan ada wanita penghibur juga,” kata seorang warga,
Ia juga mengatakan, tindakan warga terpaksa dilakukan karena pemilik tidak mengindahkan teguran warga yang berkali-kali menyampaikan keberatan terhadap aktivitas maksiat di tempat itu.ungkap sarman. 
Pembongkaran paksa tersebut tidak mendapat perlawanan dari para pemilik warung, karena jumlah warga terlalu banyak. Aksi tersebut dipimpin oleh sejumlah tokoh masyarakat bersama pengurus mesjid setempat.
Proses pembongkaran bejalan dengan pengaman Ketat dan situasi tetap kondusif.dan warga membubarkan diri setalah semua selasai pembongkaran














