• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Login
Tajuk Jurnalis
Advertisement
  • Home
  • Vidio
  • Internasional
  • Nasional
  • Trending
  • Daerah
  • Ragam
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Vidio
  • Internasional
  • Nasional
  • Trending
  • Daerah
  • Ragam
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Budaya
No Result
View All Result
Tajuk Jurnalis
No Result
View All Result
  • Home
  • Vidio
  • Internasional
  • Nasional
  • Trending
  • Daerah
  • Ragam
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Budaya
Home Nasional

Piala Bisa Datang dan Pergi, Tapi Kota Harus Terus Dibangun: Mengapa Terlalu Dini Menghakimi Kepemimpinan Tasming Hamid Hanya dari Adipura

Redaksi by Redaksi
Maret 6, 2026
in Nasional
0
Piala Bisa Datang dan Pergi, Tapi Kota Harus Terus Dibangun: Mengapa Terlalu Dini Menghakimi Kepemimpinan Tasming Hamid Hanya dari Adipura
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

WWW.TAJUKJURNALIS.NET, PAREPARE – Diskursus mengenai penghargaan Adipura Award kembali mengemuka di tengah masyarakat Kota Parepare. Sejumlah pihak mulai membandingkan capaian masa lalu dengan kondisi pemerintahan saat ini. Namun, sejumlah pengamat menilai penilaian tersebut terlalu prematur jika dijadikan tolok ukur tunggal terhadap kepemimpinan Wali Kota Parepare, Tasming Hamid.

Seperti diketahui, Tasming Hamid baru memulai masa kepemimpinannya pada 2025. Dalam praktik pemerintahan daerah, periode awal kepemimpinan biasanya difokuskan pada konsolidasi birokrasi, penataan program prioritas, serta sinkronisasi kebijakan pembangunan daerah.

Pengamat tata kelola pemerintahan menilai, menilai kepemimpinan hanya dari capaian satu penghargaan nasional merupakan pendekatan yang terlalu sempit. Pasalnya, penghargaan seperti Adipura sendiri merupakan program evaluasi lingkungan yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, dengan sejumlah indikator teknis yang berkaitan dengan sistem pengelolaan sampah, ruang terbuka hijau, hingga kesiapan administrasi pemerintah daerah.

“Adipura memang penting sebagai simbol keberhasilan pengelolaan lingkungan kota, tetapi ia bukan satu-satunya indikator keberhasilan pemerintahan daerah,” ujar seorang pemerhati kebijakan publik di Sulawesi Selatan.

Menurutnya, banyak kota di Indonesia yang dalam praktiknya menyiapkan diri secara intensif menjelang proses penilaian Adipura. Fenomena ini bukan hal baru dalam tata kelola pemerintahan daerah, di mana kota sering menampilkan wajah terbaiknya ketika evaluasi berlangsung.

Namun di sisi lain, pendekatan pembangunan yang berorientasi pada sistem jangka panjang sering kali tidak langsung terlihat dalam bentuk penghargaan. Pemerintah daerah biasanya lebih dahulu fokus pada pembenahan infrastruktur, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penataan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan.

Dalam konteks Parepare, sejumlah program pembangunan yang mulai berjalan di masa kepemimpinan Tasming Hamid dinilai sebagai upaya membangun fondasi tata kelola kota yang lebih kuat. Bagi sebagian kalangan, hasil dari proses tersebut tentu membutuhkan waktu sebelum dapat terlihat secara utuh.

Secara politik, dinamika perbandingan antara pemerintahan lama dan baru memang tidak dapat dihindari. Namun para pengamat menilai masyarakat perlu melihat kepemimpinan secara lebih komprehensif, tidak semata-mata berdasarkan simbol penghargaan.

“Piala adalah simbol. Yang lebih penting adalah bagaimana kota ini benar-benar dibangun secara berkelanjutan,” kata seorang tokoh masyarakat Parepare.

Dengan masa kepemimpinan yang masih berada pada fase awal, banyak pihak menilai terlalu dini untuk menarik kesimpulan mengenai arah pemerintahan saat ini. Bagi sebagian warga, ukuran keberhasilan sebuah pemerintahan tetap kembali pada hal-hal yang paling dirasakan masyarakat, yaitu pembangunan kota, pelayanan publik, serta kualitas kehidupan warga sehari-hari.

Di tengah dinamika politik lokal, satu hal yang disepakati banyak pihak adalah bahwa pembangunan kota tidak dapat dinilai hanya dari satu penghargaan. Kota yang kuat lahir dari kebijakan yang konsisten, kerja birokrasi yang solid, serta partisipasi masyarakat yang berkelanjutan. Dalam konteks itulah, perjalanan kepemimpinan Tasming Hamid di Parepare masih panjang untuk dinilai secara utuh.

Previous Post

Polres Wajo Pastikan Stok Sembako Aman Jelang Idulfitri 1447 H

Next Post

Residivis Begal Motor Dibekuk Polda Sumsel, 9 Aksi Kejahatan di Palembang Terungkap

Redaksi

Redaksi

Next Post
Residivis Begal Motor Dibekuk Polda Sumsel, 9 Aksi Kejahatan di Palembang Terungkap

Residivis Begal Motor Dibekuk Polda Sumsel, 9 Aksi Kejahatan di Palembang Terungkap

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pilkades Digital Desa Haurkuning Paseh, Diduga Ada kejanggalan Akan Menempuh Jalur Hukum Tuntut Keadilan

Pilkades Digital Desa Haurkuning Paseh, Diduga Ada kejanggalan Akan Menempuh Jalur Hukum Tuntut Keadilan

Oktober 31, 2026
STOP PRESS! Mushodirin Resmi Diberhentikan Tidak dengan Hormat sebagai Kabiro Jombang Media Tajuk Jurnalis, Berlaku 30, Oktober, 2026

STOP PRESS! Mushodirin Resmi Diberhentikan Tidak dengan Hormat sebagai Kabiro Jombang Media Tajuk Jurnalis, Berlaku 30, Oktober, 2026

Oktober 30, 2026
Dari Ngopi Bareng hingga Konfercab, GP Ansor Wajo Hidupkan Semangat Sumpah Pemuda

Dari Ngopi Bareng hingga Konfercab, GP Ansor Wajo Hidupkan Semangat Sumpah Pemuda

Oktober 28, 2026
Bupati Wajo Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kapolres Wajo Turut Hadir

Bupati Wajo Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kapolres Wajo Turut Hadir

Oktober 28, 2026

Recent News

Pilkades Digital Desa Haurkuning Paseh, Diduga Ada kejanggalan Akan Menempuh Jalur Hukum Tuntut Keadilan

Pilkades Digital Desa Haurkuning Paseh, Diduga Ada kejanggalan Akan Menempuh Jalur Hukum Tuntut Keadilan

Oktober 31, 2026
STOP PRESS! Mushodirin Resmi Diberhentikan Tidak dengan Hormat sebagai Kabiro Jombang Media Tajuk Jurnalis, Berlaku 30, Oktober, 2026

STOP PRESS! Mushodirin Resmi Diberhentikan Tidak dengan Hormat sebagai Kabiro Jombang Media Tajuk Jurnalis, Berlaku 30, Oktober, 2026

Oktober 30, 2026
Dari Ngopi Bareng hingga Konfercab, GP Ansor Wajo Hidupkan Semangat Sumpah Pemuda

Dari Ngopi Bareng hingga Konfercab, GP Ansor Wajo Hidupkan Semangat Sumpah Pemuda

Oktober 28, 2026
Bupati Wajo Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kapolres Wajo Turut Hadir

Bupati Wajo Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kapolres Wajo Turut Hadir

Oktober 28, 2026

Browse by Category

  • Avetorial
  • Berita Vidio
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Ragam
  • Trending
  • UMKM
  • Wisata

Recent News

Pilkades Digital Desa Haurkuning Paseh, Diduga Ada kejanggalan Akan Menempuh Jalur Hukum Tuntut Keadilan

Pilkades Digital Desa Haurkuning Paseh, Diduga Ada kejanggalan Akan Menempuh Jalur Hukum Tuntut Keadilan

Oktober 31, 2026
STOP PRESS! Mushodirin Resmi Diberhentikan Tidak dengan Hormat sebagai Kabiro Jombang Media Tajuk Jurnalis, Berlaku 30, Oktober, 2026

STOP PRESS! Mushodirin Resmi Diberhentikan Tidak dengan Hormat sebagai Kabiro Jombang Media Tajuk Jurnalis, Berlaku 30, Oktober, 2026

Oktober 30, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Tajukjurnalis.net © 2024 Web Development PT.TAB | TabWeb

No Result
View All Result
  • Home
  • Vidio
  • Internasional
  • Nasional
  • Trending
  • Daerah
  • Ragam
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Budaya

Hak Cipta Tajukjurnalis.net © 2024 Web Development PT.TAB | TabWeb

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In