WWW.TAJUKJURNALIS.NET
Menurut keterangan dari beberapa orang karyawan tersebut sangat mengeluh dengan keadaan upah, karna tidak sesuai jam kerja hasil yang didapat. 06/07/2026.
Penulusurin media dan menyaksikan secara langsung situasi PT SILVA Lampung mesuji,
90% karyawan bekerja hanya untuk bertahan hidup, lataran upah yang didapat tidak sesuai dengan keringat yang keluar.
Ironisnya, karyawan bekerja mulai jam 11 malam sampai jam 2 siang, hanya untuk mendapatkan sesuap nasi, syukur syukur kalau dapat seratus ribu dalam satu kali kerja, kalau tidak bagaimana kebutuhan rumah tangga sehari hari.
Dari hasil pekerjaan sadapan karet atau getah yang didapat karyawan diupah 2.100 rupiah perkilonya oleh perusahaan, tempat tinggal atau mes karyawan sangat prihatin tidak terawat atau tidak diperhatikan oleh pengelolah perusahaan,
Pihak media mengkonfirmasi kepihak penggungjawab atau menerger PT SILVA tentang keselamatan kesehatan karyawan, karna pantauan media Tajuk jurnalis.net, pihak penanggungjawab ada pembiaran karyawan tanpa peduli keselamatan tenaga kerja atau karyawan perusahaan tersebut, Meneger menanggapi secara tidak sesuai tupoksi perusahaan pada umumnya padahal PT, apa Jawabnya kepada media saya tidak maksa mereka, sistem kerjanya borongan, tuturnya,
Menurut peraturan pemerintah tentang tenaga kerja, semestinya setiap karyawan harus mendapatkan perhatian khusus dari perusahaan, contoh jaminan kesehatan, ternyata karyawan bila mendapatkan kesehatan tidak sehat harus tanggung sendiri,.
Maka dalam kesempatan menyampaikan surat secara terbuka kepada PRABOWO SUBIANTO presiden Republik Indonesia, menteri ketenaga kerja indonesia, Disker propinsi, gubernur Lampung, bupati kabupaten Mesuji, agar segera turun tangan melihat situasi keadaan karyawan PT SILVA Lampung mesuji, biar lebih tau sejelas jelasnya,
PT Silva diduga melanggar sebagaimana dimaksud dalam peraturan pemerintah/ PP nomor 35 tahun 2021, hanya menguntungkan sepihak.
Media jurnalis
Abdias Laia.














