• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Login
Tajuk Jurnalis
Advertisement
  • Home
  • Vidio
  • Internasional
  • Nasional
  • Trending
  • Daerah
  • Ragam
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Vidio
  • Internasional
  • Nasional
  • Trending
  • Daerah
  • Ragam
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Budaya
No Result
View All Result
Tajuk Jurnalis
No Result
View All Result
  • Home
  • Vidio
  • Internasional
  • Nasional
  • Trending
  • Daerah
  • Ragam
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Budaya
Home Nasional

CACA Sum Sel Diskusi Publik , Dorong “Collaborative Governance” Tekankan Cegah Karhutla

Redaksi by Redaksi
September 12, 2026
in Nasional
0
CACA Sum Sel Diskusi Publik , Dorong  “Collaborative Governance” Tekankan Cegah  Karhutla
0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Sumatra Selatan, Palembang, TajukJurnalis.Net,

Sabtu , 12-09-2026,

SINERGI PEMERINTAH Masyarakat, Dunia Usaha, Dan Masyarakat SIPIL Menjadi Kunci Menjaga SUMATERA SELATAN

Palembang, 12 September 2026 —
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan semata persoalan ketika api telah membesar. Ia merupakan persoalan ekologis, sosial, kesehatan publik, ekonomi, dan tata kelola lingkungan yang membutuhkan pendekatan pencegahan secara sistematis, berkelanjutan, serta melibatkan seluruh pemangku kepentingan.

Atas dasar itu, Corporation Anti Corruption Agency (CACA) Sumatera Selatan menggelar diskusi publik bertajuk “Sinergi Kolaboratif Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Sumatera Selatan”, Sabtu, 12 September 2026, di Kopi Loer Sudirman, Palembang.

Forum tersebut menjadi ruang dialog antara masyarakat sipil dan pemerintah untuk memperkuat komunikasi, pertukaran gagasan, serta membangun perspektif bersama mengenai strategi pencegahan karhutla di Sumatera Selatan.

Diskusi menghadirkan narasumber dari unsur pemerintah daerah yang memiliki kompetensi di bidang lingkungan dan kehutanan. Dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Selatan hadir Beni Yusnandar, S.T., M.Sc., sedangkan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan diwakili Herwin Purnomo, S.Hut., M.Si. Jalannya diskusi dipandu Mukri AS, S.Sos., M.Si.

PENCEGAHAN HARUS MENJADI GARIS DEPAN

Dalam pemaparannya, Herwin Purnomo, S.Hut., M.Si., menegaskan bahwa pengendalian karhutla harus dilaksanakan melalui rangkaian strategi yang tidak berhenti pada pemadaman.

“Dalam upaya pengendalian kebakaran lahan ada upaya-upaya, mulai dari pencegahan, kemudian pemadaman sampai kepada pascakebakaran,” ujarnya.

Herwin juga menyoroti kondisi musim kemarau yang perlu menjadi perhatian bersama. Menurutnya, berdasarkan prediksi cuaca, periode Agustus–September menjadi salah satu fase penting yang perlu diwaspadai, sementara dinamika ENSO dan potensi El Niño dapat memengaruhi durasi serta intensitas kondisi kering.

Karena itu, ia berharap forum diskusi tersebut menghasilkan komunikasi dua arah dan memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan upaya pencegahan karhutla.

“Saya berharap diskusi dengan tema Sinergi Kolaboratif Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan ini ada timbal balik,” katanya.

KARHUTLA BUKAN HANYA URUSAN PEMERINTAH

Sementara itu, Beni Yusnandar, S.T., M.Sc., dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Selatan, menekankan pentingnya melihat karhutla sebagai persoalan yang membutuhkan keterlibatan manusia dan kelembagaan secara bersama.

Menurutnya, suatu peristiwa yang pada awalnya masih dapat dikendalikan berpotensi berkembang menjadi bencana apabila tidak segera ditangani.

“Kalau masih kecil belum jadi bencana, tetapi kalau sudah menyebar dan besar menjadi bencana. Karena manusia tidak dapat lagi mengatasi bencana alam sehingga perlu kolaborasi antara masyarakat, pemerintah dan dinas terkait,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa faktor penyebab kebakaran dapat berkaitan dengan kondisi alam maupun aktivitas manusia. Karena itu, pendekatan pencegahan harus dilakukan secara terpadu, tidak hanya ketika api telah muncul.

CACA: KOLABORASI HARUS BERUBAH MENJADI AKSI NYATA

Ketua CACA Sumsel sekaligus panitia pelaksana, Reza Fahlepie, menegaskan bahwa diskusi publik tersebut merupakan bagian dari komitmen masyarakat sipil untuk mendorong kepedulian bersama terhadap persoalan karhutla

Menurutnya, dampak karhutla tidak hanya menyangkut kerusakan lingkungan, tetapi juga dapat memengaruhi kesehatan masyarakat, aktivitas pendidikan, transportasi, produktivitas ekonomi, serta kualitas kehidupan masyarakat secara luas

“Pencegahan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan satu institusi. Diperlukan keterlibatan pemerintah, aparat, masyarakat, dunia usaha, organisasi masyarakat sipil, serta seluruh pemangku kepentingan,” tegas Reza

Ia menilai paradigma penanganan karhutla perlu terus diperkuat dari pendekatan reaktif menuju preventif, dari sekadar memadamkan api menuju membangun sistem pencegahan yang terukur

“Melalui diskusi publik ini, kita ingin membangun sinergi dan kolaborasi. Pencegahan karhutla harus dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan,” ujarnya.

DARI FORUM DIALOG MENUJU “ACTION PLAN”

CACA Sumsel berharap diskusi tersebut tidak berhenti sebagai forum pertukaran gagasan ataupun seremoni semata

Lebih jauh, forum tersebut diharapkan dapat menjadi titik awal lahirnya komitmen bersama, penguatan edukasi publik, peningkatan kesiapsiagaan, pertukaran informasi, serta langkah konkret pencegahan karhutla di berbagai wilayah Sumatera Selatan.

“Kalau kita ingin menyelamatkan lingkungan dan masa depan generasi berikutnya, maka pencegahan harus dimulai dari sekarang. Semua pihak memiliki peran,” tegas Reza.

Dalam perspektif tata kelola pemerintahan modern, pencegahan karhutla membutuhkan collaborative governance—sebuah pendekatan yang menempatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat sipil, dan komunitas lokal sebagai bagian dari ekosistem solusi

Karhutla tidak mengenal batas administratif, sehingga responsnya pun tidak boleh terfragmentasi

Yang dibutuhkan adalah satu visi, koordinasi yang kuat, data yang terbuka, pencegahan yang terukur, respons yang cepat, serta evaluasi yang berkelanjutan

Menjaga Sum Sel , Menjaga Masa Depan

CACA Sumsel menilai keberhasilan pengendalian karhutla pada akhirnya tidak hanya dapat diukur dari seberapa cepat api dipadamkan, tetapi juga dari seberapa efektif seluruh pemangku kepentingan mampu mencegah api sebelum menjadi bencana.

Karena itu, kesadaran publik harus dibangun secara konsisten. Pemerintah harus hadir dengan kebijakan dan sistem pengawasan yang kuat. Masyarakat harus menjadi bagian dari pencegahan. Dunia usaha harus menjalankan tanggung jawab lingkungan. Sementara organisasi masyarakat sipil memiliki peran penting dalam edukasi, pengawasan, dan memastikan kepentingan publik tetap menjadi perhatian.

Sumatera Selatan membutuhkan kolaborasi yang nyata, bukan sekadar deklarasi.

Sebab ketika hutan terbakar, yang hilang bukan hanya vegetasi. Yang dipertaruhkan adalah kualitas udara, kesehatan manusia, keanekaragaman hayati, ekonomi masyarakat, dan hak generasi mendatang untuk menikmati lingkungan hidup yang baik dan sehat.

“Bersinergi. Berkolaborasi. Selamatkan Hutan. Selamatkan Masa Depan.”

CACA Sumatera Selatan.

Tim .

Previous Post

Bekali Generasi Muda, Danrem 044/Gapo Sampaikan Wawasan Kebangsaan di PKKMB STIKES Abdurahman

Redaksi

Redaksi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua DPD FRJRI Jatim Soroti Legalitas Bidan dan Perawat di RSUD Saiful Anwar Kota Malang

Ketua DPD FRJRI Jatim Soroti Legalitas Bidan dan Perawat di RSUD Saiful Anwar Kota Malang

September 27, 2025
Dugaan Korupsi Dana Desa Mekarwangi: Aset Sapi Dijual Sepihak, Kades SNH Diduga Lecehkan Profesi Wartawan  ​

Dugaan Korupsi Dana Desa Mekarwangi: Aset Sapi Dijual Sepihak, Kades SNH Diduga Lecehkan Profesi Wartawan ​

Juni 20, 2026
Skandal Jual Beli Proyek di Lingkaran Gubernur Sulut, Nama Baik YSK Dimanfaatkan Oknum Orang Dekat

Skandal Jual Beli Proyek di Lingkaran Gubernur Sulut, Nama Baik YSK Dimanfaatkan Oknum Orang Dekat

Oktober 16, 2025
Lagi…desa guguk punya proyek yang bermasalah, gedung aula di duga ratusan juta di mangkrak.

Lagi…desa guguk punya proyek yang bermasalah, gedung aula di duga ratusan juta di mangkrak.

Maret 28, 2025

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0

macOS Sierra review: Mac users get a modest update this year

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0
CACA Sum Sel Diskusi Publik , Dorong  “Collaborative Governance” Tekankan Cegah  Karhutla

CACA Sum Sel Diskusi Publik , Dorong “Collaborative Governance” Tekankan Cegah Karhutla

September 12, 2026
Bekali Generasi Muda, Danrem 044/Gapo Sampaikan Wawasan Kebangsaan di PKKMB STIKES Abdurahman

Bekali Generasi Muda, Danrem 044/Gapo Sampaikan Wawasan Kebangsaan di PKKMB STIKES Abdurahman

September 12, 2026
Wujudkan Swasembada Pangan, Polres Jombang Libatkan Bhabinkamtibmas Pantau Tanaman Jagung

Wujudkan Swasembada Pangan, Polres Jombang Libatkan Bhabinkamtibmas Pantau Tanaman Jagung

September 12, 2026
Penganiayaan Berujung Maut di Banyuasin I, Polisi Amankan Terduga Pelaku

Penganiayaan Berujung Maut di Banyuasin I, Polisi Amankan Terduga Pelaku

September 12, 2026

Recent News

CACA Sum Sel Diskusi Publik , Dorong  “Collaborative Governance” Tekankan Cegah  Karhutla

CACA Sum Sel Diskusi Publik , Dorong “Collaborative Governance” Tekankan Cegah Karhutla

September 12, 2026
Bekali Generasi Muda, Danrem 044/Gapo Sampaikan Wawasan Kebangsaan di PKKMB STIKES Abdurahman

Bekali Generasi Muda, Danrem 044/Gapo Sampaikan Wawasan Kebangsaan di PKKMB STIKES Abdurahman

September 12, 2026
Wujudkan Swasembada Pangan, Polres Jombang Libatkan Bhabinkamtibmas Pantau Tanaman Jagung

Wujudkan Swasembada Pangan, Polres Jombang Libatkan Bhabinkamtibmas Pantau Tanaman Jagung

September 12, 2026
Penganiayaan Berujung Maut di Banyuasin I, Polisi Amankan Terduga Pelaku

Penganiayaan Berujung Maut di Banyuasin I, Polisi Amankan Terduga Pelaku

September 12, 2026

Browse by Category

  • Avetorial
  • Berita Vidio
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Ragam
  • Trending
  • UMKM
  • Wisata

Recent News

CACA Sum Sel Diskusi Publik , Dorong  “Collaborative Governance” Tekankan Cegah  Karhutla

CACA Sum Sel Diskusi Publik , Dorong “Collaborative Governance” Tekankan Cegah Karhutla

September 12, 2026
Bekali Generasi Muda, Danrem 044/Gapo Sampaikan Wawasan Kebangsaan di PKKMB STIKES Abdurahman

Bekali Generasi Muda, Danrem 044/Gapo Sampaikan Wawasan Kebangsaan di PKKMB STIKES Abdurahman

September 12, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Tajukjurnalis.net © 2024 Web Development PT.TAB | TabWeb

No Result
View All Result
  • Home
  • Vidio
  • Internasional
  • Nasional
  • Trending
  • Daerah
  • Ragam
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Budaya

Hak Cipta Tajukjurnalis.net © 2024 Web Development PT.TAB | TabWeb

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In