www.tajukjurnalis.net, Kota Tarakan, 01 September 2025 “Awal bulan September ini adalah momentum yang tepat bagi kami warga Tarakan untuk menjawab ASPIRASI dari berbagai polemik bangsa ini, setelah kami ditidurkan oleh keadaan ini,” ungkap salah seorang peserta unjuk rasa (UNRAS, red).
Berdasarkan info yang diterima oleh awak media sehari sebelum aksi UNRAS ini melalui aplikasi WhatsApp, bahwa akan ada aksi turun ke jalan dari berbagai elemen masyarakat dalam menyuarakan aspirasi. Berikut petikan isi pesannya:
“Semangat pagi, salam sehat,
ijin melaporkan giat UNRAS besok 01 September 2025, sekitar jam 09.00 sampai dengan jumlah 100 orang dan waktu yang telah ditentukan oleh pihak keamanan, thanks UDK.”
Dan sesuai fakta hari ini di lapangan, ada kegiatan aksi unjuk rasa yang ditemui awak media dan menjadi sorotan liputan.
Aksi dimulai dari Jalan Sei Sesayap, Kelurahan Kampung 4, Kecamatan Tarakan Timur, Kota Tarakan hingga Gedung DPRD Kota Tarakan.
Sedangkan aksi yang lain dimulai dari Gedung KNPI Kota Tarakan melalui Gitajalatama dan berakhir di DPRD dengan cara long march.
Dalam aksi UNRAS ini, segenap elemen masyarakat menyempatkan “tabur bunga” mengenang alm. Affan (driver ojol Grab, red) sebagai bentuk kepedulian.
Nampak dalam UNRAS ini BEM-UBT, BEM-FKIP UBT, BEM-Teknik UBT, BEM-Hukum UBT, BEM-Perikanan UBT, BEM-Pertanian UBT, BEM-Kesehatan UBT, BEM-Kedokteran, ormas GMKI Komisariat Tarakan, HMI MPO Komisariat Tarakan, Pasukan Merah LDKT, GEPAK, dan sejumlah ojol Grab.
Salah satu orator menekankan 3 poin penting, yaitu:
1. Membatalkan tunjangan terbaru DPR-RI.
2. Mendesak DPR-RI melalui DPRD Kota Tarakan untuk mengesahkan kebijakan pro-rakyat.
3. Reformasi Polri yang profesional.
Sampai berita ini diturunkan, aksi unjuk rasa ini berjalan dalam situasi kondusif, aman, dan tiada aksi anarkis.
Reporter: Jefry Musa Bani














