Sumedang www.Tajukjurnalist.net
29/05/2026/Lingkung Seni dan Budaya Karang Panunggal berdiri di Kp. Pasirloa RT 02/07, Desa Kadakajaya, Kecamatan Tanjung Sari, Kabupaten Sumedang, di bawah pimpinan Maman Karana, S.K. Kelompok ini lahir dari kepedulian warga untuk menjaga dan mengembangkan warisan budaya Sunda di wilayah Bandung Timur dan Sumedang. Sejak awal terbentuk, Karang Panunggal aktif membina generasi muda agar tidak melupakan akar budayanya.
Kegiatan utama Karang Panunggal meliputi latihan rutin seni tradisional seperti pencak silat, tarawangsa, ketuk tilu, serta seni bela diri tradisional Sunda. Setiap latihan diisi dengan nilai kebersamaan, disiplin, dan gotong royong. Maman Karana sebagai pimpinan selalu menekankan bahwa seni bukan hanya pertunjukan, tapi juga sarana membentuk karakter anak muda.

Nama “Karang Panunggal” sendiri memiliki makna bersatu dalam membangun. Makna itu diwujudkan dalam setiap pentas dan kegiatan sosial yang mereka lakukan. Kelompok ini sering diundang untuk mengisi acara hajatan, peringatan HUT RI, peresmian desa, hingga festival budaya tingkat kecamatan dan kabupaten Sumedang.
Selain seni pertunjukan, Karang Panunggal juga aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan dan kegiatan sosial di Desa Kadakajaya. Anggota yang mayoritas pemuda terlibat dalam kerja bakti, pengajian, dan kegiatan karang taruna. Hal ini membuat lingkung seni ini diterima luas oleh masyarakat karena tidak hanya fokus pada seni, tetapi juga peduli terhadap lingkungan sekitar.
Di tengah arus modernisasi, keberadaan Karang Panunggal pimpinan Maman Karana menjadi benteng budaya lokal. Warga Kp. Pasirloa bangga karena kelompoknya mampu mengangkat nama Desa Kadakajaya melalui seni. Harapannya, dukungan dari pemerintah desa, kecamatan Tanjung Sari, dan masyarakat terus mengalir agar generasi penerus tetap mencintai dan melestarikan budaya Sunda.(red)














