Tajuk jurnalis.Net_Sakra 28/09/2025.
Hampir Memasuki Bulan Oktober harga tembakau masih belum Setabil. Petani binaan sudah mulai ketar ketir. Petani swadaya terancam gulung tikar.
Murahnya harga tembakau di gudang membuat Petani binaan tidak ada harapan untuk membeli tembakau Swadaya di Lapangan.
Harga tembakau basah dilapangan yang tahun kemarin di 2024 berkisar antara Rp. 400.000 kini berubah drastis di tahun 2025, menjadi
Rp.120.000 /Kwintal.
Umang pelet, petani Swadaya asal Desa Kabar saat di datangi media menerangkan.
Petani tahun ini tidak
akan ada yang bisa tersenyum lebar, karna selain harga di gudang murah,tembakau di lapangan masih terancam dengan hujan lebat (kemarau basah).saat ini sudah banyak petani yang Final sebelum tembakau Usai karna tembakau yang di tanam habis di babat ujan,tutupnya.
Tahun depan kita lebih baik menanam jagung dan padi karna harga menjanjikan dan prosesnya tidak rumit,imbuhnya.
dari keterangan salah satu petani binaan Alince one, mengungkap bahwa tembakau Coklat di gudang berkisar Antara 4000 s/d 5000/Kg, walaupun itu daun terahir.
Petani gulung tikar,gudang tembakau semakin menjamur.
Petani khawatir kerugian kerugian yang terus menerus akan membuat mereka enggan menanam tembakau di masa mendatang, yang dapat berdampak pada perusahaan dan penerimaan Dana Bagi Hasil cukai tembakau(DBHC).
Petani meminta agar Pemerintah daerah beserta DPD benar-benar lebih serius menjembatani masarakat melalui kebijakan Gubernur NTB
Atas kondisi petani tahun ini. Karna kesetabilan Ekonomi masarakat sebagian besar berasal dari bertani tembakau, dan banyak membuka peluang lapangan pekerjaan walaupun sipatnya musiman.
dan pemerintah juga di harapkan agar lebih serius menyeleksi gudang-gudang ilegal yang membuat harga tembakau semakin tak menentu.
(Kabiro Sukarman).














