Tajukjurnalis.net Lebaran selain indentik dengan silaturahmi, pasti berburu objek wisata. Untuk lebih memiliki gambaran sempurna pada keluarga. Penulis mencoba membuka YouTube. Di rekomendasikanlah beberapa objek wisata di Merangin. Salah satu terbacalah geopark Merangin. Link ini masih ada. Tapi tempat wisatanya sudah tutup.
Merana, itulah gambaran tujuan wisata “Geopark Merangin” sekarang. Begitulah gambaran terakhir penulis berada di situ beberapa waktu yang lalu.
Pagar yang roboh, rumput yang mulai tumbuh tidak beraturan. Lampu- lampu pecah dan berserakannya sampah. Gambaran destinasi wisata yang terlupakan.lp PP
Satu hal yang menjadi point’ penting, kenapa sampai ada gedung di duga sebagai tempat pengelolaan sampah sebelum objek wisata ini. Kalau sampai proyek ini berjalan, apa tidak menganggu kenyaman yang mau berwisata.
Geopark Merangin termasuk destinasi, tujuan wisata Merangin. Pintu masuk Merangin tertulisan geopark Merangin ( ini masih ada ). Ini bisa mengundang penasaran turis-turis ingin mengunjungi.
Awak media yang hobby traveling, menjadi membandingkan dengan Bogor ( taman safari, Cileungsi, puncak Bogor) kota bunga, prabanan, solo, Borobudur, kota gede, alun-alun ngajogja, solo, kuta,lot.
Kebun Raya Bogor, yang tempatnya di tengah kota Bogor. Dekat pasar sayur gebangnya. Seluas puluhan ha, tidak ada sampah tercecer.
Cerita tentang kebersihan. Pernah suatu ketika dalam perjalanan dari Malioboro ke kota Gede naik andong, saking penasaran akan kebersihan kota Jogja. Penulis minta berhenti di jembatan, melihat air yang jernih. Tidak ada satu pun sampah yang hanyut terbawa air. Kolong jembatan, benar-benar bersih.
Lagi cerita tentang sampah. Kalau anda mengunjungi kota bandung ada tempat wisata ” cina town ” ini tempat wisata yang kalau kita memasukinya, seperti kita berada di perkampungan cina tempo dulu ( yang sering di film cina ).
Kita bisa makan masakan cina ( ada yang halal juga ). Belajar bahasa cina di sana. Berinteraksi degan kultur cinase. Yang lebih menarik, bukan cahaya lampion yang merah menerangi waktu malam atau orang-orang berbaju cina di desa itu. Warga di sana memang betul-betul hidup di sana. Selalu siang-malam tempat itu di kunjungi wisatawan. Tapi sampah tidak nampak di desa ini.
Lalu apa konsepnya ini, ada bangunan untuk sampah di taruh di dekat tempat wisata. Sedangkan tempat wisatanya sebagai point centernya di abaikan. Sangat di sayangkan karena link geopark Merangin masih ada di YouTube. Bisa malu kita.
nopi ( Evi Ridwan ).














