Tajukjurnalis.net, Palopo,Senin [1/9/2025] – Ratusan mahasiswa dari beberapa universitas di Palopo menggelar aksi demonstrasi depan gedung DPRD Kota Palopo, menuntut perubahan.
Aksi yang berlangsung damai namun tegas ini dihadiri oleh mahasiswa dari bebera fakultas yang membawa spanduk dan poster dengan tuntutan yang jelas.
Tuntutan utama mahasiswa dalam aksi ini adalah pencopotan Kapolri dan Dankor Brimob, karena dinilai gagal dalam menangani kasus-kasus pelanggaran hukum yang terjadi di Indonesia. Mahasiswa juga menuntut penghapusan tunjangan DPR, karena dinilai tidak memiliki kontribusi signifikan terhadap kesejahteraan rakyat.
Selain itu, mahasiswa juga menuntut peningkatan kualitas pendidikan dan pemerataan pembangunan sekolah di seluruh Indonesia. Mereka menilai bahwa sistem pendidikan di Indonesia saat ini masih memiliki banyak kekurangan dan tidak merata, sehingga menyebabkan kesenjangan kualitas pendidikan antara daerah satu dengan daerah lainnya.
juga menuntut perampasan aset bagi negara yang dinilai telah diselewengkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Penegakan supremasi hukum di Indonesia juga menjadi tuntutan utama mahasiswa, karena dinilai bahwa hukum di Indonesia saat ini tidak berpihak pada rakyat.
Penerapan pajak progresif juga menjadi salah satu tuntutan mahasiswa, karena dinilai dapat meningkatkan pendapatan negara dan mengurangi kesenjangan ekonomi antara rakyat. Mahasiswa juga menuntut pencopotan Menteri Keuangan dan pembatalan efisiensi anggaran di bidang pendidikan, karena dinilai bahwa kebijakan tersebut tidak berpihak pada rakyat.
Selain itu, mahasiswa juga menuntut pencopotan pejabat publik yang membuat kegaduhan di masyarakat, karena dinilai bahwa pejabat tersebut tidak memiliki integritas dan tidak dapat dipercaya untuk memimpin negara. Reformasi kepolisian secara menyeluruh juga menjadi tuntutan utama mahasiswa, karena dinilai bahwa kepolisian saat ini tidak efektif dalam menangani kasus-kasus pelanggaran huku
Dalam orasinya, massa aksi menyampaikan bahwa mereka tidak akan mundur dalam menuntut perubahan yang lebih baik untuk Indonesia. “Kami akan terus berjuang untuk menuntut hak-hak rakyat yang telah lama diabaikan oleh pemerintah,” ujar salah satu orator.
Aksi demo ini juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk aktivis LSM dan tokoh masyarakat. Mereka menilai bahwa tuntutan mahasiswa sangatlah wajar dan harus dipenuhi oleh pemerintah.
Dalam menanggapi aksi demo ini, DPRD Kota Palopo telah mengirimkan perwakilan untuk menemui massa aksi dan mendengarkan tuntutan mereka. Massa aksi menyambut baik langkah ini dan berharap bahwa pemerintah akan serius dalam menangani tuntutan mereka.
Dengan demikian, aksi demo mahasiswa Palopo ini menjadi salah satu contoh keberanian dan keseriusan mahasiswa dalam menuntut perubahan yang lebih baik untuk Indonesia. Semoga tuntutan mereka dapat dipenuhi oleh pemerintah dan membawa perubahan yang signifikan bagi kesejahteraan rakyat.Ft/An














