Jatinangor.kabupaten. sumedang.
www.Tajukjurnalist.net
/30/05/2026/ Lingkung Seni Medal Pasundan pimpinan Pa Momo berdiri kokoh di Dusun Cikondang, Desa Cipacing RT 01/11, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang. Sanggar ini menjadi rumah bagi para pecinta seni tradisional Sunda untuk berlatih dan berkarya. Dengan semangat gotong royong, Pa Momo membina warga sekitar agar musik degung, calung, kecapi suling tetap hidup dan dikenal luas.
Degung menjadi repertoar andalan Medal Pasundan. Alunan gamelan degung laras salendro yang dimainkan di padepokan Cikondang selalu memikat hati penonton. Pa Momo menekankan kedisiplinan dalam memukul kendang, bonang, dan saron agar rasa cengkok dan irama tetap sesuai pakem Sunda. Latihan rutin setiap malam membuat anggota makin kompak.
Selain degung, calung bambu juga jadi ciri khas sanggar ini. Suara wilahan calung yang berderet menghasilkan ritme ceria khas tatar Pasundan. Pemuda-pemudi Dusun Cikondang dilatih menabuh calung secara bergantian, sehingga mereka tidak hanya jago memainkan alat musik, tapi juga memahami nilai kebersamaan dan kerja sama tim.
Kecapi suling melengkapi warna musik Medal Pasundan. Petikan kecapi yang lembut dipadu tiupan suling bambu menciptakan suasana syahdu saat mengiringi tembang Cianjuran dan lagu Sunda lainnya. Pa Momo sering menugaskan pemain kecapi suling untuk mengisi acara hajatan dan peringatan hari besar di Desa Cipacing, sehingga seni ini dekat dengan masyarakat.
Keberadaan Lingkung Seni Medal Pasundan pimpinan Pa Momo di Jatinangor menjadi bukti nyata pelestarian budaya lokal. Lewat degung, calung, dan kecapi suling, sanggar ini tidak hanya menghibur, tapi juga mendidik generasi muda agar bangga dengan jati dirinya sebagai orang Sunda. Warga Dusun Cikondang berharap sanggar terus berkembang dan mendapat dukungan, supaya warisan seni Pasundan tidak hilang ditelan zaman.(red)













