Sidoarjo, tajukjurnalis.net – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo mengikuti kegiatan wawancara evaluasi atau desk evaluasi Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) secara mandiri. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Lapas Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo, beserta Ketua dan Sekretaris Zona Integritas, serta seluruh Ketua Pokja 1 hingga Pokja 6.
Kegiatan diawali dengan perkenalan mengenai Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lapas Sidoarjo, kemudian dilanjutkan dengan penayangan video profil dan yel-yel semangat Zona Integritas yang mencerminkan komitmen bersama jajaran dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih dan bebas dari korupsi.
Selanjutnya, Lapas Sidoarjo memaparkan berbagai capaian serta inovasi yang telah dilakukan dalam pembangunan Zona Integritas. Materi yang disampaikan menekankan pada transparansi pelayanan, penguatan integritas pegawai, serta strategi peningkatan kualitas layanan publik di lingkungan Lapas.
Pada sesi wawancara, jajaran Lapas Sidoarjo diberikan sejumlah pertanyaan terkait implementasi pembangunan Zona Integritas, mulai dari tantangan dalam menjaga integritas hingga langkah konkret dalam menyikapi kendala yang muncul di lapangan. Dengan penuh kesiapan, seluruh tim menjawab pertanyaan dengan jelas dan komprehensif, mencerminkan keseriusan dalam mengawal pembangunan Zona Integritas menuju WBK.
Kalapas Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum penting untuk terus memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam menjaga integritas serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kami berkomitmen penuh untuk membangun Zona Integritas secara berkelanjutan. Tantangan pasti ada, namun dengan sinergi, inovasi, dan kerja bersama, kami optimis Lapas Sidoarjo dapat mewujudkan Wilayah Bebas dari Korupsi,” tegas Kalapas.
Melalui desk evaluasi ini, Lapas Sidoarjo berharap dapat menunjukkan kesungguhan dan kesiapannya dalam melaksanakan reformasi birokrasi serta menghadirkan pelayanan yang transparan, akuntabel, dan berintegritas bagi masyarakat.
(Moka)














