Semarang, tajukjurnalis.net– Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah, Mardi Santoso, melantik 13 pejabat manajerial di lingkungan Kanwil Ditjenpas Jateng, Senin (29/9). Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Wilayah ini juga dirangkaikan dengan Serah Terima Jabatan (Sertijab) sejumlah Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan.
Beberapa UPT yang melaksanakan Sertijab antara lain Lapas Kelas IIA Kendal, Lapas Kelas IIA Pekalongan, Lapas Kelas IIA Besi, Lapas Kelas IIB Slawi, Rutan Kelas IIB Rembang, Bapas Kelas II Magelang, dan Bapas Kelas II Pekalongan. Selain itu, turut dilakukan pula Sertijab Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) di sejumlah satuan kerja.
Dalam amanatnya, Mardi Santoso menegaskan bahwa pelantikan dan sertijab bukan sekadar pergantian personel, melainkan bagian dari upaya pembinaan organisasi serta penyegaran untuk meningkatkan kinerja.
“Jabatan adalah amanah, bukan sekadar kehormatan. Amanah ini harus dipertanggungjawabkan, baik kepada pimpinan, masyarakat, maupun kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.
Mardi Santoso juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik untuk segera beradaptasi dengan lingkungan kerja, membangun komunikasi yang solid, serta melakukan inovasi demi kemajuan organisasi.
“Keberhasilan tidak lahir dari kerja sendiri, tetapi dari kerja sama dan kebersamaan. Mari kita wujudkan pemasyarakatan yang PRIMA: Profesional, Responsif, Integritas, Modern, dan Akuntabel,” tambahnya.
Kegiatan yang dihadiri para Kepala UPT Pemasyarakatan dan Imigrasi di Jawa Tengah ini ditutup dengan doa bersama, menyanyikan lagu Bagimu Negeri, serta pemberian ucapan selamat oleh Kakanwil kepada pejabat yang baru dilantik.
Salah satu pejabat yang baru dilantik, Teguh Suroso, Kalapas Pekalongan, menyampaikan rasa syukur dan komitmennya untuk mengemban amanah dengan sebaik-baiknya.
“Ini adalah tanggung jawab besar yang harus saya jalankan. Saya berkomitmen untuk bekerja profesional, menjaga integritas, dan mengedepankan kerja sama tim demi mewujudkan pemasyarakatan yang PRIMA,” ungkapnya.
(Moka)














