CIANJUR.www.Tajukjurnalis.net
/12/06/2026/ Dugaan pengelolaan Anggaran Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) yang tidak transparan kembali mencuat di Kabupaten Cianjur. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada SMPN 3 Naringgul. Pasalnya, kondisi fisik bangunan sekolah tersebut dinilai sangat kontras dengan besaran anggaran pemeliharaan yang dikucurkan oleh pemerintah.
Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah fasilitas vital sekolah tampak rusak parah dan terbengkalai. Jendela, pintu, plafon, hingga atap bangunan ditemukan dalam kondisi mengenaskan dan berpotensi membahayakan keselamatan siswa saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung.
Kondisi ini memicu keprihatinan mendalam dari warga sekitar. Menggunakan bahasa Sunda, seorang warga setempat mengeluhkan situasi psikologis para siswa yang harus belajar di bawah bayang-bayang gedung yang rusak.

Murid-murid sigana aralim sakola didieu teh pak kumargi,kondisi bangunan anu matak hariwang, Murid-murid sepertinya Takut sekolah di sini, Pak, karena kondisi bangunan yang mengkhawatirkan. Abd ninggal teu aya pisan pemeliharaan sok sanaos ukur ngecat bangunan padahal anggaran, pemeliharaan ageung Saya lihat tidak ada pemeliharaan sama sekali, jangankan yang berat, dicat pun tidak. Padahal anggaran pemeliharaan itu besar,ujar salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Bungkamnya Pihak Sekolah dan Misteri Anggaran Ratusan Juta
Saat tim jurnalis mencoba melakukan konfirmasi ke pihak sekolah, Kepala SMPN 3 Naringgul tidak berada di tempat. Menurut keterangan salah seorang guru, kepala sekolah tengah dalam kondisi sakit. Sayangnya, guru-guru yang berada di lokasi enggan memberikan klarifikasi atau jawaban apa pun terkait realisasi sarana dan prasarana (sapras) yang bersumber dari dana BOSP.
Padahal, merujuk pada data resmi dari laman JAGA.id, SMPN 3 Naringgul pada Tahun Anggaran 2025 menerima total dan BOSP yang cukup fantastis, yakni sebesar Rp297.920.000 yang dicairkan dalam dua tahap:
Tahap I (Pencairan 21 Januari 2025): Rp147.974.000
* Alokasi Sapras: Rp45.735.000
* Langganan Daya dan Jasa: Rp7.786.000
* Pembayaran Honor: Rp36.672.000
Tahap II (Pencairan 27 Agustus 2025): Rp149.946.000
* Alokasi Sapras: Rp11.178.000
* Langganan Daya dan Jasa: Rp8.244.300
* Pembayaran Honor: Rp22.896.000
Melihat total alokasi untuk Sapras serta Langganan Daya dan Jasa (listrik/internet) yang mencapai puluhan juta rupiah tersebut, muncul pertanyaan besar dari publik: Ke mana anggaran tersebut bermuara jika kondisi fisik sekolah justru hancur lebur?
Tuntutan Audit Menyeluruh dan Fungsi Kontrol Sosia
Merespons kejanggalan ini, masyarakat mendesak instansi terkait, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur dan Inspektorat, untuk segera turun tangan melakukan audit menyeluruh terhadap laporan keuangan SMPN 3 Naringgul.
Masyarakat berharap amanat UUD 1945 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa tidak terhambat oleh buruknya tata kelola fasilitas pendidikan. Siswa berhak mendapatkan gedung sekolah yang representatif dan aman, didukung oleh para pendidik yang berintegritas
.
Sebagai bentuk kontribusi terhadap mutu pendidikan serta menjalankan fungsi kontrol sosial, tim jurnalis akan terus mengawal kasus ini dan siap berkoordinasi cadengan pihak berwenang guna menindaklanjuti temuan tersebut.
Tim Investigasi:
(Dedi S., S.H. | CJ | HIY)













