• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Login
Tajuk Jurnalis
Advertisement
  • Home
  • Vidio
  • Internasional
  • Nasional
  • Trending
  • Daerah
  • Ragam
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Vidio
  • Internasional
  • Nasional
  • Trending
  • Daerah
  • Ragam
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Budaya
No Result
View All Result
Tajuk Jurnalis
No Result
View All Result
  • Home
  • Vidio
  • Internasional
  • Nasional
  • Trending
  • Daerah
  • Ragam
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Budaya
Home Nasional

Dari Seremoni ke Substansi: Mengapa Nuansa Religius Parepare Dinilai Lebih Terasa di Era Tasming Hamid – Hermanto?

Redaksi by Redaksi
Maret 17, 2026
in Nasional
0
Dari Seremoni ke Substansi: Mengapa Nuansa Religius Parepare Dinilai Lebih Terasa di Era Tasming Hamid – Hermanto?
0
SHARES
9
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

www.tajukjurnalis.net, Parepare — Kepemimpinan Tasming Hamid – Hermanto mulai menuai apresiasi dari berbagai kalangan masyarakat. Keduanya dinilai mampu menghadirkan suasana yang lebih sejuk, religius, dan dekat dengan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sosial warga. Pendekatan yang mengedepankan kebersamaan, kedekatan dengan ulama, serta perhatian terhadap kegiatan keagamaan menjadi ciri yang menonjol di awal masa pemerintahan mereka.

Kota yang dijuluki “Kota Cinta” ini pun sedang mengalami satu fenomena sosial yang menarik: sebagian masyarakat mulai merasakan denyut religius yang lebih kuat dalam kehidupan publik sejak kepemimpinan mereka dimulai pada 2025.

Fenomena ini bukan sekadar opini kosong. Ia muncul dari kombinasi kebijakan nyata, simbol keagamaan, dan perubahan atmosfer sosial yang perlahan membentuk persepsi kolektif.

Simbol Agama Mulai Menjadi Wajah Publik Pemerintahan

Salah satu ciri paling terlihat adalah meningkatnya visibilitas kegiatan keagamaan dalam ruang publik pemerintahan.

Program seperti nikah massal gratis, penguatan kegiatan Ramadan, serta kehadiran langsung kepala daerah dalam aktivitas keagamaan menjadi indikator penting bahwa agama tidak hanya berada di ruang privat, tetapi tampil di ruang publik sebagai identitas kota.

Dalam perspektif sosiologi agama, ini disebut institusionalisasi nilai agama, ketika negara hadir aktif memfasilitasi praktik keagamaan masyarakat.

Efeknya tidak sederhana. Ia membentuk persepsi bahwa agama adalah norma sosial yang dominan.

Penguatan Aktor Keagamaan: Dari Simbol ke Struktur

Lebih dalam lagi, bukan hanya acara yang diperbanyak, tetapi juga aktor yang diperkuat.

Pemberian insentif kepada guru mengaji dan pegawai syara’ menjadi langkah strategis. Dalam teori pembangunan sosial, penguatan aktor lokal seperti ini akan memperkuat transmisi nilai ke generasi berikutnya.

Artinya, religiusitas tidak berhenti di panggung, ia masuk ke sistem sosial.

Mengapa Masyarakat “Merasa” Lebih Religius?

Di sini kita masuk ke wilayah yang lebih halus: psikologi sosial.

Perasaan bahwa Parepare “lebih religius” muncul dari tiga faktor utama:

Pertama, efek visibilitas, apa yang sering terlihat akan dianggap sebagai norma.
Kedua, legitimasi kekuasaan ketika pemimpin dekat dengan agama, nilai itu ikut naik derajatnya.
Ketiga, momentum awal kepemimpinan, fase awal selalu menghadirkan energi baru (honeymoon effect).

Jadi, ini adalah kombinasi antara realitas dan persepsi.

Namun, Religiusitas Tidak Bisa Diukur dari Seremoni Saja

Sebuah kota tidak otomatis religius hanya karena banyak kegiatan keagamaan.

Ukuran yang lebih objektif justru ada pada hal-hal yang tidak selalu terlihat:

Apakah kejujuran meningkat?
Apakah keadilan ditegakkan?
Apakah konflik sosial menurun?
Apakah kebijakan lebih amanah?

Jika nilai agama benar-benar hidup, ia akan tampak dalam etika sosial, bukan hanya dalam acara seremonial.

Parepare Sebagai “Laboratorium Sosial”

Dengan jumlah penduduk yang relatif kecil, Parepare menjadi semacam laboratorium sosial yang menarik.

Ia memperlihatkan bagaimana kepemimpinan, simbol agama, dan dinamika masyarakat saling berinteraksi membentuk identitas kolektif.

Apakah ini akan menjadi transformasi jangka panjang atau hanya gelombang sementara, waktu yang akan mengujinya.

Kontras dengan Era Sebelumnya

Perlu dicatat secara objektif, Parepare juga pernah memiliki sedikit identitas religius di masa kepemimpinan Taufan Pawe, bahkan sempat dikenal dengan konsep seolah “Kota Santri” yang menanamkan nilai religius dalam pembangunan kota.

Namun, perbedaan yang dirasakan hari ini oleh sebagian masyarakat bukan terletak pada ada atau tidaknya nilai agama, melainkan pada cara nilai itu ditampilkan dan dirasakan.

Jika sebelumnya religiusitas lebih banyak terintegrasi dalam konsep besar dan pembangunan jangka panjang, maka di era Tasming Hamid – Hermanto, nuansa itu terasa lebih dekat, kasat mata, dan hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Di sinilah letak kontras yang sering dibicarakan:

Bukan soal siapa lebih religius,
tetapi bagaimana religiusitas itu hadir, dirasakan, dan mempengaruhi kehidupan sosial warga Parepare hari ini.

Previous Post

Kapolres Jombang Beri Penghargaan Enam Anggota Berprestasi

Next Post

Pererat Silaturahmi Ramadan, Polsek Maniangpajo Gelar Aksi Berbagi Takjil

Redaksi

Redaksi

Next Post
Pererat Silaturahmi Ramadan, Polsek Maniangpajo Gelar Aksi Berbagi Takjil

Pererat Silaturahmi Ramadan, Polsek Maniangpajo Gelar Aksi Berbagi Takjil

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua DPD FRJRI Jatim Soroti Legalitas Bidan dan Perawat di RSUD Saiful Anwar Kota Malang

Ketua DPD FRJRI Jatim Soroti Legalitas Bidan dan Perawat di RSUD Saiful Anwar Kota Malang

September 27, 2025
Skandal Jual Beli Proyek di Lingkaran Gubernur Sulut, Nama Baik YSK Dimanfaatkan Oknum Orang Dekat

Skandal Jual Beli Proyek di Lingkaran Gubernur Sulut, Nama Baik YSK Dimanfaatkan Oknum Orang Dekat

Oktober 16, 2025
Pencurian Kotak Amal Masjid Madegan Dibiarkan Mengambang — Polisi dan Takmir Dinilai Abai, Tak Transparan

Pencurian Kotak Amal Masjid Madegan Dibiarkan Mengambang — Polisi dan Takmir Dinilai Abai, Tak Transparan

Juni 13, 2025
Enam Jurnalis Diserang di SPBU Tabe Gadang, Pekanbaru,Riau

Enam Jurnalis Diserang di SPBU Tabe Gadang, Pekanbaru,Riau

Agustus 8, 2025

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0

macOS Sierra review: Mac users get a modest update this year

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0
Jelang Iduladha 1447 H, Bupati Garut Tinjau Kesiapan dan Kualitas Hewan Kurban

Jelang Iduladha 1447 H, Bupati Garut Tinjau Kesiapan dan Kualitas Hewan Kurban

Mei 26, 2026
Abai Putusan Inkrah MA, Aset PT Citra Aryaguna dan Elisabeth Louise Coreta Disita Paksa Pengadilan!

Abai Putusan Inkrah MA, Aset PT Citra Aryaguna dan Elisabeth Louise Coreta Disita Paksa Pengadilan!

Mei 26, 2026
Manfaatkan Lahan Produktif, Kapolsek Kudu Tinjau Progres Pertumbuhan Tanaman Uwi Ungu

Manfaatkan Lahan Produktif, Kapolsek Kudu Tinjau Progres Pertumbuhan Tanaman Uwi Ungu

Mei 25, 2026
Bupati Garut Resmi Lepas 32 Pemain Kontingen Persigar

Bupati Garut Resmi Lepas 32 Pemain Kontingen Persigar

Mei 25, 2026

Recent News

Jelang Iduladha 1447 H, Bupati Garut Tinjau Kesiapan dan Kualitas Hewan Kurban

Jelang Iduladha 1447 H, Bupati Garut Tinjau Kesiapan dan Kualitas Hewan Kurban

Mei 26, 2026
Abai Putusan Inkrah MA, Aset PT Citra Aryaguna dan Elisabeth Louise Coreta Disita Paksa Pengadilan!

Abai Putusan Inkrah MA, Aset PT Citra Aryaguna dan Elisabeth Louise Coreta Disita Paksa Pengadilan!

Mei 26, 2026
Manfaatkan Lahan Produktif, Kapolsek Kudu Tinjau Progres Pertumbuhan Tanaman Uwi Ungu

Manfaatkan Lahan Produktif, Kapolsek Kudu Tinjau Progres Pertumbuhan Tanaman Uwi Ungu

Mei 25, 2026
Bupati Garut Resmi Lepas 32 Pemain Kontingen Persigar

Bupati Garut Resmi Lepas 32 Pemain Kontingen Persigar

Mei 25, 2026

Browse by Category

  • Avetorial
  • Berita Vidio
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Ragam
  • Trending

Recent News

Jelang Iduladha 1447 H, Bupati Garut Tinjau Kesiapan dan Kualitas Hewan Kurban

Jelang Iduladha 1447 H, Bupati Garut Tinjau Kesiapan dan Kualitas Hewan Kurban

Mei 26, 2026
Abai Putusan Inkrah MA, Aset PT Citra Aryaguna dan Elisabeth Louise Coreta Disita Paksa Pengadilan!

Abai Putusan Inkrah MA, Aset PT Citra Aryaguna dan Elisabeth Louise Coreta Disita Paksa Pengadilan!

Mei 26, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Tajukjurnalis.net © 2024 Web Development PT.TAB | TabWeb

No Result
View All Result
  • Home
  • Vidio
  • Internasional
  • Nasional
  • Trending
  • Daerah
  • Ragam
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Budaya

Hak Cipta Tajukjurnalis.net © 2024 Web Development PT.TAB | TabWeb

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In