Kabupaten Sumedang, www.Tajukjurnalis.net/07/06/2026/Hajatan pernikahan di Ciawi, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang berlangsung meriah dengan balutan adat Sunda yang kental. Sejak pagi, halaman rumah sudah dipenuhi dekorasi boboko, saung, dan janur kuning. Keluarga besar dan warga sekitar berkumpul untuk menyaksikan rangkaian acara yang sakral sekaligus penuh seni.
Acara dibuka oleh Tim Penyambut Tamu “Lengser” yang bertugas menerima kedatangan undangan. Dengan pakaian pangsi dan baju adat Sunda, para lengser sigap mengarahkan tamu, membagikan air mineral, serta menjaga kelancaran prosesi. Sikap ramah mereka bikin suasana langsung terasa hangat dan kekeluargaan.
Puncak kemeriahan ada di prosesi Mapag Calon Pengantin yang dipimpin langsung oleh Abah Dayat. Dengan sapaan khas dan pantun Sunda, Abah Dayat memimpin rombongan pengalungan, buka pintu, dan pasang penghalang. Setiap langkah pengantin diiringi doa agar rumah tangga yang dibangun selalu sakinah, mawadah, warahmah.
Seni tarian Sunda menambah semarak acara. Penari lengser, tari topeng, dan tari Jaipong tampil mengiringi keluar-masuknya pengantin. Tabuhan kendang, suling, dan goong dari para penabuh membuat suasana makin hidup. Tamu undangan ikut larut, ada yang tepuk tangan, ada yang ikut menari di pelataran.
Kombinasi tim lengser yang cekatan, lantunan Abah Dayat yang penuh makna, dan tarian tradisional membuat pernikahan di Ciawi ini berkesan mendalam. Bukan hanya pesta, tapi juga pelestarian budaya Sunda untuk generasi muda Jatinangor-Sumedang. Semoga kedua mempelai menjadi keluarga yang barokah dan jadi teladan warga sekitar.(redaksi)













