Nusakambangan, tajukjurnalis.net – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jawa Tengah, Mardi Santoso, melakukan pengecekan langsung terhadap progres pembangunan fasilitas strategis di Nusakambangan, Selasa (26/08). Beberapa titik pembangunan yang ditinjau meliputi Fasilitas Pengelolaan Fly Ash and Bottom Ash (FABA), pabrik pupuk, serta Rumah Sakit Pemasyarakatan.
Dalam kunjungannya, Mardi Santoso menegaskan bahwa pembangunan berbagai sarana tersebut merupakan langkah penting dalam mendukung program kemandirian dan peningkatan layanan kesehatan pemasyarakatan. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh progres berjalan sesuai dengan target, baik dari aspek kualitas maupun waktu. Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi warga binaan maupun masyarakat,” ujarnya.
Pembangunan FABA dan pabrik pupuk di Nusakambangan menjadi salah satu bentuk pemanfaatan sumber daya lingkungan yang berorientasi pada ketahanan pangan serta pemberdayaan warga binaan. Sementara Rumah Sakit Pemasyarakatan diproyeksikan menjadi pusat layanan kesehatan modern yang dapat menunjang kebutuhan pelayanan medis di pulau tersebut.
Usai melakukan peninjauan, Kakanwil menggelar rapat bersama pegawai yang akan melaksanakan tugas Bantuan Kendali Operasi (BKO) Nusakambangan. Rapat yang berlangsung di Wisma Sari itu membahas kesiapan, strategi pelaksanaan, serta penekanan pentingnya menjaga integritas dan profesionalitas dalam menjalankan tugas.
“Kehadiran rekan-rekan dalam BKO Nusakambangan sangat penting. Saya minta agar setiap pegawai bekerja dengan penuh dedikasi, disiplin, dan mengedepankan nilai-nilai pemasyarakatan,” pesan Mardi Santoso.
Dengan adanya pembangunan infrastruktur dan penguatan sumber daya manusia ini, Mardi Santoso optimis Nusakambangan akan semakin siap menjadi pusat pembinaan dan pelayanan pemasyarakatan yang lebih modern dan humanis.
(Moka)














