Tajukjurnalis.net, SIDOARJO – Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Sidoarjo, Disri Wulan Agus Tomo, meninjau langsung program budidaya ikan lele menggunakan sistem bioflok di lingkungan Lapas Sidoarjo, Selasa (8/9). Peninjauan dilakukan untuk memastikan program ketahanan pangan berjalan optimal, berkelanjutan, dan mampu mendukung pembinaan kemandirian warga binaan.

Dalam peninjauan tersebut, Disri melihat kondisi kolam bioflok sekaligus memantau perkembangan ikan lele yang dibudidayakan. Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari kondisi kolam, pertumbuhan ikan, hingga pola pemberian pakan yang dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan budidaya.
Disri mengarahkan jajaran terkait untuk meningkatkan kualitas pakan yang diberikan kepada ikan lele. Menurutnya, pakan yang tepat dan berkualitas diperlukan untuk menunjang pertumbuhan ikan, menjaga kondisinya, sekaligus meningkatkan efisiensi pengelolaan budidaya.

Selain kualitas pakan, pengelolaan kolam juga akan ditata secara lebih sistematis berdasarkan tahapan pertumbuhan ikan. Kolam direncanakan dibedakan menjadi kolam pembibitan, kolam pembesaran, dan kolam yang berisi ikan lele siap panen.
Pengelompokan tersebut diharapkan memudahkan petugas dalam melakukan pemantauan sekaligus menentukan pola pemeliharaan yang sesuai pada setiap fase pertumbuhan. Dengan sistem pengelolaan yang terstruktur, siklus produksi diharapkan dapat berlangsung lebih teratur dan berkesinambungan.

Disri menegaskan, program ketahanan pangan di Lapas Sidoarjo tidak semata-mata mengejar hasil panen. Lebih dari itu, program tersebut diarahkan untuk membangun sistem produksi yang konsisten, terukur, dan berkelanjutan dengan memanfaatkan teknologi bioflok di tengah keterbatasan lahan.
Budidaya ikan lele juga menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Melalui kegiatan tersebut, WBP mendapatkan pengalaman serta keterampilan praktis di bidang perikanan yang diharapkan dapat menjadi bekal produktif ketika kembali ke tengah masyarakat.

Lapas Kelas IIA Sidoarjo berkomitmen melakukan evaluasi dan pemantauan secara berkala guna mengoptimalkan program ketahanan pangan tersebut. Peningkatan kualitas pakan, klasifikasi kolam berdasarkan fase pertumbuhan, dan pengawasan rutin diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat fungsi pembinaan kemandirian bagi WBP.
(Moka)
Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sidoarjo
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur
Setahun Bekerja, Bergerak – Berdampak
#Kemenimipas #SetahunBerdampak #ImipasSetahunBergerakBerdampak














