www.tajukjurnalis.net, Kulo, Sidenreng Rappang — Suasana keilmuan kembali terasa di lingkungan Pondok Pesantren Al-Jamiyatul Nurul Izzah Anrelli, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang. Para santri mengikuti pengajian kitab kuning sebagai bagian dari agenda rutin pembinaan dan pendalaman ilmu-ilmu keislaman.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas membaca dan mengkaji kitab, tetapi menjadi salah satu ikhtiar pesantren dalam menjaga mata rantai tradisi keilmuan Islam yang telah diwariskan para ulama dari generasi ke generasi. Dengan duduk bersama di hadapan para ustaz, para santri menyimak penjelasan, mencatat pelajaran, serta mendalami kandungan kitab yang menjadi rujukan dalam kehidupan keagamaan.
Pengajian diikuti oleh seluruh santri dengan penuh semangat dan kesungguhan. Dalam suasana belajar yang khidmat, mereka mempelajari berbagai kitab turats atau yang lebih dikenal dengan istilah kitab kuning, yang mencakup bidang fikih, akhlak, nahwu, serta dasar-dasar ilmu agama.
Bagi para santri, setiap lembar kitab tidak hanya menyajikan pengetahuan, tetapi juga mengajarkan cara memahami agama secara mendalam, bertahap, dan penuh adab. Tradisi mengaji seperti ini sekaligus melatih ketekunan, kedisiplinan, kemampuan membaca literatur keislaman, serta membangun kecintaan terhadap ilmu.
Pimpinan Pondok Pesantren Al-Jamiyatul Nurul Izzah Anrelli menyampaikan bahwa pengajian kitab kuning merupakan warisan ulama yang harus terus dijaga dan dikembangkan di tengah perkembangan zaman.
“Kitab kuning bukan hanya warisan keilmuan, tetapi juga bagian penting dari proses pembentukan karakter santri. Melalui pengajian ini, kami berharap santri tidak hanya memiliki pengetahuan agama, tetapi juga memiliki akhlak, adab, dan kemampuan mengamalkan ilmu di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, pendidikan pesantren memiliki tanggung jawab besar dalam mempersiapkan generasi yang mampu menjawab tantangan zaman tanpa kehilangan akar tradisi keislaman. Karena itu, penguatan kajian kitab kuning menjadi bagian penting dalam proses pendidikan di lingkungan pesantren.
Di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial, tradisi pengajian kitab kuning menjadi ruang bagi santri untuk memperkuat fondasi keilmuan sekaligus membangun karakter. Dari ruang-ruang pengajian inilah diharapkan tumbuh generasi muda yang tidak hanya cakap dalam memahami ilmu agama, tetapi juga mampu menjadi teladan dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Pondok Pesantren Al-Jamiyatul Nurul Izzah Anrelli berkomitmen untuk terus menjaga tradisi keilmuan tersebut sebagai bagian dari pembinaan santri. Pengajian kitab kuning diharapkan menjadi salah satu jalan untuk melahirkan generasi muslim yang berilmu, berakhlak mulia, beradab, serta mampu mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan demikian, dari lembaran kitab yang dikaji dan nasihat para guru yang disimak, tradisi keilmuan Islam terus menemukan ruang untuk tumbuh dan diwariskan kepada generasi berikutnya.














