Tajukjurnalis.net, SIDOARJO – Sebanyak 19 siswa SDI Arrahmah, Dusun Lengki, Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo, dilaporkan mendapatkan penanganan medis di RSU As sakinah Medika, Jalan Raya Bogem, Desa Kebon Agung, Kecamatan Sukodono, Sidoarjo.
Informasi tersebut diketahui setelah awak media mendatangi RSU As sakinah Medika untuk memperoleh konfirmasi terkait kondisi para siswa. Namun, saat berada di area Unit Gawat Darurat (UGD), wartawan sempat tidak diperkenankan melakukan peliputan maupun wawancara secara langsung dengan pasien atau pihak terkait.
Pihak dari sekolah yang berada di lokasi menyampaikan bahwa kegiatan peliputan maupun wawancara harus mendapatkan izin terlebih dahulu. Situasi tersebut sempat menimbulkan ketegangan antara awak media dengan pihak sekolah.
Meski demikian, media berusaha untuk mendapatkan informasi resmi pada pihak RSU As sakinah Medika kemudian membuka ruang informasi kepada awak media melalui Humas rumah sakit. Resti selaku Humas RSU As sakinah Medika memberikan keterangan terkait jumlah siswa yang mendapatkan penanganan.
Menurut Resti, sementara ini terdapat 19 siswa yang mendapatkan penanganan medis. Informasi mengenai kejadian tersebut, kata dia, telah dilaporkan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes).
“Semua dilaporkan ke Dinkes. Sementara ini ada 19 siswa,” ujar Resti.
Terkait penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa, Resti menyampaikan bahwa pihak Dinkes nantinya akan memberikan keterangan lebih jelas berdasarkan hasil pemeriksaan.
Dengan demikian, hingga berita ini ditulis belum dapat dipastikan penyebab gangguan kesehatan yang dialami para siswa. Dugaan apakah berkaitan dengan makanan, minuman, atau faktor lainnya masih menunggu hasil pemeriksaan serta keterangan resmi dari instansi berwenang.
Peristiwa tersebut menjadi perhatian karena menyangkut kesehatan peserta didik. Namun, pemberitaan tetap dilakukan dengan memperhatikan prinsip verifikasi, keberimbangan, serta perlindungan terhadap anak dan privasi pasien.
Awak media juga tidak melakukan pengambilan gambar yang dapat membuka identitas maupun kondisi medis para siswa secara berlebihan. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga hak privasi anak sekaligus menghormati proses penanganan medis.
Awak media masih berupaya memperoleh keterangan lebih lanjut dari pihak SDI Arrahmah dan Dinkes Sidoarjo mengenai kronologi kejadian, kondisi para siswa, hasil pemeriksaan, serta langkah penanganan yang dilakukan.
Pemberitaan ini disusun berdasarkan keterangan yang diperoleh di lapangan dan narasumber yang dapat diidentifikasi, dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik, verifikasi, keberimbangan, asas praduga tidak bersalah, serta kehati-hatian dalam menyampaikan informasi mengenai anak dan kondisi kesehatan.
(Redaksi)














