• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Login
Tajuk Jurnalis
Advertisement
  • Home
  • Vidio
  • Internasional
  • Nasional
  • Trending
  • Daerah
  • Ragam
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Vidio
  • Internasional
  • Nasional
  • Trending
  • Daerah
  • Ragam
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Budaya
No Result
View All Result
Tajuk Jurnalis
No Result
View All Result
  • Home
  • Vidio
  • Internasional
  • Nasional
  • Trending
  • Daerah
  • Ragam
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Budaya
Home Nasional

PSEL MAKASSAR: Solusi Energi Atau Bom Waktu Sosial Di Tengah Kota?

Redaksi by Redaksi
Juli 23, 2026
in Nasional
0
PSEL MAKASSAR: Solusi Energi Atau Bom Waktu Sosial Di Tengah Kota?
0
SHARES
41
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Makassar – Tajukjurnalis.net

Oleh: Muh Bachtiar Bakrie, S H.,M.H.,DFM

Founder LBH BaPaKa/Direktur Pusat Kajian Solidaritas Masyarakat Sipil

Proyek Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) yang ditetapkan sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN) di Jalan Ir. Sutami, Makassar, kembali menjadi perdebatan hangat. Dengan nilai investasi mencapai ratusan juta dolar AS, proyek ini digadang-gadang sebagai solusi ganda: mengatasi krisis sampah kota sekaligus menyediakan energi terbarukan. Namun, pertanyaan mendasar tetap menggantung: apakah proyek ini benar-benar menguntungkan masyarakat Makassar, atau justru membebankan risiko lingkungan dan kesehatan bagi warga sekitar?

Potensi Keuntungan: Mimpi Kota Bersih dan Mandiri Energi

Secara teoritis, PSEL menawarkan manfaat yang sangat menggiurkan bagi sebuah kota metropolitan seperti Makassar:
1. Pengurangan Volume Sampah: Teknologi Waste-to-Energy (WtE) mampu mengurangi volume sampah hingga 90%. Ini adalah jawaban atas penumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang yang sudah overkapasitas.
2. Sumber Energi Terbarukan: Listrik yang dihasilkan dapat menyuplai jaringan PLN, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan menurunkan jejak karbon kota.
3. Nilai Ekonomi: Proyek ini membuka lapangan kerja baru dan menarik investasi asing, yang secara tidak langsung dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) jika skema bagi hasilnya transparan.

Realitas Lapangan: Ancaman Bagi Warga Jalan Ir. Sutami

Namun, di balik angka-angka fantastis tersebut, terdapat realitas pahit yang dihadapi oleh ribuan warga di kawasan padat penduduk sekitar lokasi proyek.

1. Risiko Kesehatan dan Lingkungan
Teknologi pembakaran sampah (incineration) berpotensi menghasilkan emisi gas beracun seperti dioksin dan furan jika tidak dikelola dengan filter udara berteknologi tinggi. Bagi warga yang tinggal dalam radius dekat, ancaman gangguan pernapasan, iritasi mata, dan penurunan kualitas udara bukan lagi sekadar teori, melainkan kecemasan sehari-hari.

2. Penurunan Nilai Properti dan Kualitas Hidup
Keberadaan fasilitas pengolahan sampah berskala besar di tengah permukiman dipastikan akan menurunkan nilai jual tanah dan rumah warga. Selain itu, lalu lintas truk sampah yang mondar-mandir 24 jam akan menambah kemacetan dan kebisingan di Jalan Ir. Sutami yang sudah padat.

3. Polemik Lahan dan Transparansi
Sebagaimana dilaporkan oleh berbagai pihak, termasuk DPRD Sulsel, lokasi proyek ini dinilai kurang tepat karena berada di kawasan residensial. Ketidaksiapan lahan yang jelas dan polemik pembebasan tanah menunjukkan lemahnya kajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang partisipatif. Warga merasa dijadikan “objek pasif” daripada mitra dalam pembangunan.

Apakah Menguntungkan Masyarakat?

Jawabannya bergantung pada siapa yang dimaksud dengan “masyarakat”.
* Bagi pemerintah kota dan investor, proyek ini sangat menguntungkan karena menyelesaikan target penanganan sampah nasional dan mendapatkan keuntungan dari penjualan listrik.
* Bagi warga sekitar lokasi, proyek ini justru berpotensi merugikan secara ekonomi (properti turun) dan kesehatan (risiko polusi).

Agar PSEL benar-benar menguntungkan masyarakat Makassar secara keseluruhan, diperlukan beberapa syarat mutlak:
1. Relokasi atau Kompensasi Layak: Jika lokasi tidak bisa dipindah, pemerintah wajib memberikan kompensasi berupa pembelian lahan warga dengan harga wajar atau relokasi ke tempat yang lebih layak.
2. Transparansi Teknologi: Publik harus diberi akses untuk memantau standar emisi secara real-time. Filter udara harus menggunakan teknologi terbaik dunia, bukan teknologi murahan.
3. Partisipasi Publik Nyata: Libatkan tokoh masyarakat dan ahli independen dalam pengawasan operasional, bukan hanya formalitas AMDAL di awal proyek.

PSEL Makassar adalah pedang bermata dua. Ia bisa menjadi mahkota prestasi kota dalam pengelolaan lingkungan, atau menjadi noda hitam akibat kegagalan tata kelola sosial. Jangan biarkan proyek strategis nasional ini berjalan dengan mengorbankan hak hidup sehat warga lokal. Keuntungan energi tidak boleh dibayar dengan hilangnya rasa aman dan sehat masyarakat Makassar. Pemerintah harus memastikan bahwa “listrik dari sampah” tidak menghasilkan “sampah masalah” baru bagi warganya.

Makassar, 23 Juli 2026

Previous Post

Unit Lantas Polsek Talang Kelapa Laksanakan Penguraian Arus Lalu Lintas, Antisipasi Kepadatan dan Kecelakaan

Next Post

Bhabinkamtibmas Polsek Banyuasin III Ajak Warga Pangkalan Balai Dukung Program Pekarangan Pangan Bergizi

Redaksi

Redaksi

Next Post
Bhabinkamtibmas Polsek Banyuasin III Ajak Warga Pangkalan Balai Dukung Program Pekarangan Pangan Bergizi

Bhabinkamtibmas Polsek Banyuasin III Ajak Warga Pangkalan Balai Dukung Program Pekarangan Pangan Bergizi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ketua DPD FRJRI Jatim Soroti Legalitas Bidan dan Perawat di RSUD Saiful Anwar Kota Malang

Ketua DPD FRJRI Jatim Soroti Legalitas Bidan dan Perawat di RSUD Saiful Anwar Kota Malang

September 27, 2025
Dugaan Korupsi Dana Desa Mekarwangi: Aset Sapi Dijual Sepihak, Kades SNH Diduga Lecehkan Profesi Wartawan  ​

Dugaan Korupsi Dana Desa Mekarwangi: Aset Sapi Dijual Sepihak, Kades SNH Diduga Lecehkan Profesi Wartawan ​

Juni 20, 2026
Skandal Jual Beli Proyek di Lingkaran Gubernur Sulut, Nama Baik YSK Dimanfaatkan Oknum Orang Dekat

Skandal Jual Beli Proyek di Lingkaran Gubernur Sulut, Nama Baik YSK Dimanfaatkan Oknum Orang Dekat

Oktober 16, 2025
Lagi…desa guguk punya proyek yang bermasalah, gedung aula di duga ratusan juta di mangkrak.

Lagi…desa guguk punya proyek yang bermasalah, gedung aula di duga ratusan juta di mangkrak.

Maret 28, 2025

The Legend of Zelda: Breath of the Wild gameplay on the Nintendo Switch

0

Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

0

macOS Sierra review: Mac users get a modest update this year

0

Hands on: Samsung Galaxy A5 2017 review

0
Perkuat Program Asta Cita Presiden RI, Bhabinkamtibmas Banyuasin II Gerakan Masyarkat Dukung Program P2B

Perkuat Program Asta Cita Presiden RI, Bhabinkamtibmas Banyuasin II Gerakan Masyarkat Dukung Program P2B

September 13, 2026
CACA Sum Sel Diskusi Publik , Dorong  “Collaborative Governance” Tekankan Cegah  Karhutla

CACA Sum Sel Diskusi Publik , Dorong “Collaborative Governance” Tekankan Cegah Karhutla

September 12, 2026
Bekali Generasi Muda, Danrem 044/Gapo Sampaikan Wawasan Kebangsaan di PKKMB STIKES Abdurahman

Bekali Generasi Muda, Danrem 044/Gapo Sampaikan Wawasan Kebangsaan di PKKMB STIKES Abdurahman

September 12, 2026
Wujudkan Swasembada Pangan, Polres Jombang Libatkan Bhabinkamtibmas Pantau Tanaman Jagung

Wujudkan Swasembada Pangan, Polres Jombang Libatkan Bhabinkamtibmas Pantau Tanaman Jagung

September 12, 2026

Recent News

Perkuat Program Asta Cita Presiden RI, Bhabinkamtibmas Banyuasin II Gerakan Masyarkat Dukung Program P2B

Perkuat Program Asta Cita Presiden RI, Bhabinkamtibmas Banyuasin II Gerakan Masyarkat Dukung Program P2B

September 13, 2026
CACA Sum Sel Diskusi Publik , Dorong  “Collaborative Governance” Tekankan Cegah  Karhutla

CACA Sum Sel Diskusi Publik , Dorong “Collaborative Governance” Tekankan Cegah Karhutla

September 12, 2026
Bekali Generasi Muda, Danrem 044/Gapo Sampaikan Wawasan Kebangsaan di PKKMB STIKES Abdurahman

Bekali Generasi Muda, Danrem 044/Gapo Sampaikan Wawasan Kebangsaan di PKKMB STIKES Abdurahman

September 12, 2026
Wujudkan Swasembada Pangan, Polres Jombang Libatkan Bhabinkamtibmas Pantau Tanaman Jagung

Wujudkan Swasembada Pangan, Polres Jombang Libatkan Bhabinkamtibmas Pantau Tanaman Jagung

September 12, 2026

Browse by Category

  • Avetorial
  • Berita Vidio
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Ragam
  • Trending
  • UMKM
  • Wisata

Recent News

Perkuat Program Asta Cita Presiden RI, Bhabinkamtibmas Banyuasin II Gerakan Masyarkat Dukung Program P2B

Perkuat Program Asta Cita Presiden RI, Bhabinkamtibmas Banyuasin II Gerakan Masyarkat Dukung Program P2B

September 13, 2026
CACA Sum Sel Diskusi Publik , Dorong  “Collaborative Governance” Tekankan Cegah  Karhutla

CACA Sum Sel Diskusi Publik , Dorong “Collaborative Governance” Tekankan Cegah Karhutla

September 12, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Tajukjurnalis.net © 2024 Web Development PT.TAB | TabWeb

No Result
View All Result
  • Home
  • Vidio
  • Internasional
  • Nasional
  • Trending
  • Daerah
  • Ragam
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Budaya

Hak Cipta Tajukjurnalis.net © 2024 Web Development PT.TAB | TabWeb

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In