Cilenyi, kab.Bandung
www.Tajukjurnalis.net/06/06/2026/ Suasana haru dan sakral terasa kental di acara Ngaras dan Siraman yang digelar di Jl. Panyawungan, Cilenyi, Kabupaten Bandung. Ngaras dan siraman adalah tradisi Sunda menjelang pernikahan sebagai simbol membersihkan diri lahir batin. Keluarga besar berkumpul untuk mendoakan calon pengantin agar diberi kelancaran sampai hari H.
Prosesi Ngaras diawali dengan memotong sedikit ujung rambut calon pengantin oleh orang tua, sesepuh, dan kerabat terdekat. Setiap guntingan rambut diiringi doa dan harapan baik: panjang umur, sehat, dan rumah tangga sakinah mawadah warahmah. Air kembang setaman dan daun waru disiapkan untuk proses selanjutnya.
Dilanjutkan dengan Siraman, yaitu memandikan calon pengantin dengan 7 kendhi berisi air bunga dan air dari 7 sumber mata air. Setiap kendhi disiramkan bergantian oleh orang tua, saudara, serta tokoh masyarakat. Maknanya agar calon pengantin bersih dari sifat buruk dan siap memasuki kehidupan baru yang suci.
Warga sekitar Jl. Panyawungan juga ikut hadir menyaksikan dan memberi doa restu. Ada alunan tembang Sunda, pembacaan ayat suci, serta seserahan kecil berupa kembang, beras kuning, dan uang receh yang ditaburkan. Anak-anak kecil berebut “uang hujan” sebagai simbol berkah dan rezeki yang dibagi rata.
Acara Ngaras dan Siraman ditutup dengan makan bersama dan foto keluarga. Keluarga besar berharap calon pengantin tumbuh menjadi pribadi yang anggun, sabar, dan bertanggung jawab. Tradisi ini bukan hanya adat, tapi juga pengingat bahwa pernikahan dimulai dengan niat baik dan restu orang tua.
Mau saya bikinin rundown singkat + susunan kendhi siraman biar panitia di Panyawungan lebih gampang jalanin acaranya? (Red)














