Tajukjurnalis.net, MAJALENGKA – Sebanyak 2,4 juta keping genteng produksi industri kecil dan menengah (IKM) serta UMKM sentra Jatiwangi, Kabupaten Majalengka, mulai didistribusikan untuk mendukung Program gentengisasi Nasional. Pelepasan pengiriman berlangsung di kawasan Pasar Lama Majalengka, Minggu (8/11/2026), dengan melibatkan sekitar 600 unit truk.
Kegiatan berskala nasional tersebut dihadiri Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, serta Bupati Majalengka Eman Suherman.
Turut hadir Sekda Provinsi Jawa Barat Herman Suryatman, Kepala BPS Amelia Adininggar Widyasanti, Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho, dan sejumlah pejabat kementerian, pemerintah daerah serta asosiasi pengembang perumahan.
600 Truk Distribusikan Jutaan Genteng
Berdasarkan data pelaksanaan, sekitar 600 truk disiapkan untuk mengangkut 2,4 juta keping genteng ke sejumlah wilayah. Distribusi yang dilaporkan meliputi sekitar 500 truk untuk Jawa Barat, 60 truk Banten, 10 truk DKI Jakarta, dan 10 truk Jawa Timur.
Sebagian pasokan dialokasikan untuk program bedah rumah dan pembangunan rumah subsidi, dengan rincian 440 truk untuk bedah rumah dan 56 truk untuk rumah subsidi.
34 UMKM Telah Bersertifikat SNI
Dari sisi kualitas, sebanyak 34 UMKM produsen genteng Majalengka disebut telah memenuhi persyaratan sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan terlibat dalam penyediaan pasokan tersebut. Sementara 11 UMKM lainnya masih menjalani proses pemenuhan persyaratan sertifikasi.
Standardisasi ini menjadi bagian penting untuk memastikan produk yang digunakan masyarakat memenuhi persyaratan mutu dan ketahanan.
Peluang Kebangkitan Ekonomi Jatiwangi
Program Gentengisasi tidak hanya menyangkut pemenuhan kebutuhan material perumahan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi pengrajin, pekerja produksi, pelaku UMKM dan sektor transportasi.
Sentra Jatiwangi selama ini dikenal sebagai salah satu kawasan industri genteng tanah liat yang memiliki sejarah panjang. Kapasitas produksinya disebut mencapai sekitar 500 ribu keping per minggu.
Menteri PKP Maruarar Sirait sebelumnya menyampaikan harapan agar pesanan genteng Majalengka meningkat dari 2,4 juta keping pada 2026 menjadi sedikitnya 4 juta keping pada 2027.
Keberlanjutan Menjadi Tantangan
Meski menjadi momentum penting bagi industri genteng lokal, keberhasilan program ini tidak cukup diukur dari jumlah genteng dan armada yang diberangkatkan.
Kepastian pesanan, pembayaran kepada produsen, konsistensi mutu, ketepatan distribusi, serta pemerataan manfaat bagi pengrajin perlu menjadi perhatian pemerintah.
Bagi Majalengka, pengiriman 2,4 juta genteng ini merupakan peluang strategis untuk mengangkat kembali Jatiwangi sebagai sentra industri genteng unggulan nasional.
Tantangan berikutnya adalah memastikan program tersebut berkelanjutan dan benar-benar berdampak pada kesejahteraan pengrajin, pertumbuhan ekonomi daerah, serta penyediaan material berkualitas bagi masyarakat.
(Feti)





