Tajukjurnalis.net,
Dugaan penyimpangan penyaluran BBM Subsidi lagi lagi mencuat di kabupaten Luwu. SPBU 74.919.01 Walenrang yang terletak di kabupaten Luwu diduga melakukan pengisian yang tak wajar.
Ahmad, Ketua Investigasi LSM progress blak blakan menyebut SPBU Walenrang bukan hanya sekedar tempat pengisian bahan bakar, tapi juga merupakan tempat ajang transaksi terselubung yang dikendalikan oleh segelintir orang.
Dalam penelusuran tim LSM progress, telah menemukan beberapa keganjalan dalam pengisian BBM, yang diperkuat oleh keterangan saksi yang juga melihat langsung kejadian ini, dimana ia mengatakan mobil truk 6 roda warna merah itu melakukan pengisian 3 sampai 4 Juta, dan mobil phanter warna biru yang Diduga milik pelangsir melakukan pengisian tak wajar, yang mana juga melakukan pengisian sampai 4 juta.
Kami antri sampai beberapa jam dan kehabisan, itumi mobil yang mengisi sampai 4 juta. Inimi yang menyebabkan antrian yang panjang dan langkanya BBM Subsidi di SPBU, “Ujar X (nama samaran) salah satu pengendara yang juga merupakan warga kabupaten Luwu.
Fenomena ini bukan lagi hal yang baru, sejumlah sumber menyebut praktek tersebut sudah berlangsung lama, namun tetap aman aman saja. Kami menduga jangan jangan ada bekingan yang bermain di belakang layar.
Ahmad Menegaskan, pembiaran semacam ini menambah kecurigaan kalau ada orang hebat dibelakang nya.
Kalau dibiarkan, jelas rakyat yang jadi korban. Sementara mafia BBM semakin kaya. Kami mendesak BPH Migas Patra Niaga, Polda Sulsel, Hingga Polres Luwu untuk turun tangan, jangan biarkan persoalan ini berlarut-larut, dan kami harap ada tindakan nyata.
LSM progress meyakini Kasus di SPBU Walenrang ini hanyalah satu dari banyaknya pintu gelap distribusi solar bersubsidi di Sulawesi Selatan.
Jika pola ini dibiarkan, maka subsidi negara akan terkuras masuk ke kantong kantong para mafia, bukan ke masyarakat yang benar benar berhak, “pungkas Ahmad.Fi/Ag














