www.tajukjurnalis.net, Parepare – Dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, Majelis Ahli Sorga menggelar Tabligh Akbar bertema “Ramadhan Kareem; Persiapan Sebelum Start (Mulia dengan Taqwa, Berkah dengan Syariah)” pada Selasa, 17 Februari 2026, bertempat di Aula Al-Misbah, Kota Parepare.
Kegiatan yang berlangsung penuh hikmah dan khidmat ini menghadirkan dua mubaligh, yakni Ust. Sudirman Sahidin dari Parepare dan Ust. Sidan Al-Kunawy dari Barru. Sekitar 50 jamaah hadir mengikuti kegiatan tersebut, yang terbuka untuk umum.
Dalam pemaparannya, Ust. Sudirman Sahidin menekankan pentingnya persiapan dalam menyambut bulan suci Ramadhan atau yang dikenal dengan istilah Tarhib Ramadhan. Ia menjelaskan bahwa kata Tarhib berasal dari bahasa Arab “تَرْحِيْبٌ” yang berarti mendorong atau mengajak. Dalam konteks Ramadhan, Tarhib merupakan upaya mendorong dan mengajak umat Islam untuk meraih keberkahan dan limpahan spiritual di bulan suci.
“Tarhib Ramadhan adalah bentuk persiapan spiritual, fisik, dan keilmuan agar Ramadhan tidak sekadar menjadi rutinitas ibadah tahunan. Kita harus meneguhkan diri, meningkatkan ketaatan, serta menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk meningkatkan kualitas diri,” ujarnya.
Ia juga menambahkan pentingnya menetapkan awal dan akhir puasa Ramadhan berdasarkan metode rukyat global, sebagai bagian dari kesungguhan dalam menjalankan syariat secara utuh.
Sementara itu, Ust. Sidan Al-Kunawy dalam tausiyahnya menekankan urgensi memahami Fiqih Puasa agar ibadah yang dijalankan sah dan bernilai di sisi Allah SWT. Menurutnya, kurangnya pemahaman terhadap ilmu fiqih dapat menyebabkan batalnya puasa tanpa disadari.
“Fiqih puasa mencakup rukun puasa, syarat wajib puasa, hukum puasa, hal-hal yang membatalkan puasa, qada puasa, hingga kafarat. Semua ini wajib dipahami agar ibadah kita benar sesuai tuntunan syariat,” jelasnya.
Ia menerangkan bahwa syarat wajib puasa meliputi beragama Islam, baligh, berakal, serta mampu menjalankan puasa.
Tabligh Akbar ini menjadi momentum penguatan spiritual bagi masyarakat dalam menyongsong Ramadhan 1447 H. Diharapkan, Ramadhan yang akan datang dapat dijalani dengan lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, serta seluruh amal ibadah yang dilakukan diterima di sisi Allah SWT.














