Palembang – Tajukjurnalis.net, bukan berarti benar sepenuhnya. Di tengah ramainya video yang memperlihatkan pengusaha Junaidi alias Ajun diduga melakukan pemukulan terhadap seorang warga, Ketua DPC Forum Cakar Sriwijaya Kota Palembang, Edi Medan, menegaskan agar masyarakat tidak terjebak dalam penghakiman sepihak yang hanya bersumber dari potongan video beberapa detik.
Menurut Edi Medan, publik seolah digiring untuk melihat Ajun sebagai pihak yang bersalah tanpa terlebih dahulu memahami rangkaian peristiwa yang terjadi sebelumnya. Padahal, berdasarkan informasi yang beredar dan laporan resmi yang telah masuk ke kepolisian, terdapat dugaan penggelapan kendaraan operasional milik PT Catur Putra Manggala yang menjadi awal dari persoalan tersebut.
“Jangan karena sebuah video viral, lalu semua orang mendadak menjadi hakim. Publik harus tahu bahwa ada peristiwa yang melatarbelakangi kejadian itu. Jika memang ada dugaan penggelapan kendaraan yang telah dilaporkan secara resmi ke pihak kepolisian, maka fakta tersebut juga wajib diungkap kepada masyarakat, bukan justru ditutupi,” tegas Edi Medan.
Edi menilai sangat berbahaya apabila opini publik dibentuk hanya berdasarkan potongan video tanpa melihat kronologi secara utuh. Menurutnya, kondisi seperti ini dapat menciptakan persepsi yang menyesatkan dan berpotensi merugikan pihak tertentu sebelum proses hukum berjalan.
“Kita jangan menjadi bangsa yang mudah terpancing oleh narasi sepihak. Jika ingin mencari kebenaran, buka semuanya secara terang-benderang. Jangan hanya menyoroti akibatnya, tetapi abaikan penyebabnya. Masyarakat berhak mengetahui fakta secara utuh,” katanya.
Meski mengaku mengenal Ajun sebagai salah satu pendiri Forum Cakar Sriwijaya Sumsel yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial dan membantu masyarakat, Edi menegaskan bahwa organisasi tidak berada di atas hukum.
“Kami tidak sedang membela siapa pun. Kami hanya meminta keadilan ditegakkan secara utuh. Jika ada pelanggaran hukum, proses sesuai aturan. Namun jika ada pihak lain yang juga diduga melakukan tindak pidana, maka jangan sampai luput dari proses hukum hanya karena tidak viral,” ujarnya.
Edi juga meminta aparat penegak hukum bertindak profesional dan independen agar tidak ada kesan bahwa hukum berjalan berdasarkan tekanan opini publik di media sosial.
“Jangan sampai hukum kalah oleh viralitas. Polisi harus mengusut seluruh rangkaian peristiwa dari awal hingga akhir. Siapa yang salah harus bertanggung jawab, siapa yang benar harus mendapatkan perlindungan hukum. Jangan ada tebang pilih dan jangan ada fakta yang disembunyikan,” tegasnya.
DPC Forum Cakar Sriwijaya Kota Palembang berharap aparat kepolisian dapat mengungkap kasus ini secara transparan sehingga tidak menimbulkan spekulasi liar yang semakin memperkeruh suasana.
“Kami mengajak masyarakat untuk lebih bijak menyikapi informasi. Jangan langsung menghakimi sebelum seluruh fakta terungkap. Kebenaran tidak lahir dari potongan video, tetapi dari penyelidikan yang objektif dan berdasarkan fakta hukum yang lengkap,” tutup Edi Medan. (Basith)














