WWW.TAJUKJURNALIS.NET, JOMBANG, –
Suasana haru dan bangga menyelimuti Tasyakuran Kelulusan MAN 10 Jombang Tahun Pelajaran 2025/2026 yang digelar pada Sabtu (24/4/2026). Ratusan siswa, wali murid, dan dewan guru turut hadir dalam momen penuh kebahagiaan tersebut.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Jombang, Abah Muhajir, mengajak para lulusan menjadikan kelulusan sebagai momentum untuk bersyukur.
“Selamat dan sukses untuk anak-anak yang telah dinyatakan lulus MAN 10 Jombang. Hari ini kita tasyakuran,” ujarnya.
Dalam sambutannya, ia mengutip Surat Ibrahim ayat 7, “La’in syakartum la’azidannakum”, yang berarti jika bersyukur maka Allah akan menambah nikmat.
Menurutnya, ayat tersebut menunjukkan kasih sayang Allah. Saat berbicara tentang syukur, Allah menegaskan akan menambah nikmat.
Sementara saat membahas kufur, tidak disebutkan secara pasti hukuman, melainkan hanya peringatan bahwa azab Allah sangat pedih.

“Ini bukti Allah Maha Pengasih, tidak serta-merta menghukum hamba-Nya,” ungkapnya.
Ia pun berpesan agar para siswa mensyukuri setiap pilihan setelah lulus, baik melanjutkan ke perguruan tinggi, mondok, maupun langsung bekerja.
“Mau kuliah di PTN, PTS, mondok, atau kerja, kalau disyukuri pasti Allah beri keberkahan,” pesannya.
Abah Muhajir juga mengapresiasi berbagai prestasi siswa MAN 10 Jombang, baik akademik maupun non-akademik. Mulai dari juara Olimpiade Madrasah Indonesia, jurnalistik, bulutangkis, pencak silat, hingga lomba yang digelar MUI.

Ia secara khusus menyoroti bidang jurnalistik yang dinilai memiliki peran besar di era modern.
“Sekarang jadi jurnalis itu luar biasa. Media punya kekuatan membentuk opini publik,” ujarnya.
Ia pun mendorong siswa yang memiliki minat di bidang jurnalistik untuk terus mengembangkan diri hingga ke jenjang lebih tinggi.
Di akhir sambutannya, ia meluruskan anggapan bahwa madrasah hanya fokus pada pendidikan agama. Menurutnya, madrasah merupakan sekolah umum berciri khas Islam, di mana seluruh mata pelajaran umum tetap diajarkan secara lengkap,
ditambah pendidikan keagamaan yang lebih mendalam.
“Matematika, IPA, Kimia, Fisika sama seperti sekolah umum, ditambah Al-Qur’an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, SKI, dan Bahasa Arab,” jelasnya.
Ia menegaskan, pilihan orang tua menyekolahkan anak di madrasah merupakan langkah tepat untuk menyiapkan generasi yang sukses dunia dan akhirat.
“Semoga anak-anak kita menjadi generasi yang membawa kebaikan, sesuai doa: Rabbana atina fid-dunya hasanah wa fil-akhirati hasanah,” pungkasnya.(gok cuy)














