• Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Login
Tajuk Jurnalis
Advertisement
  • Home
  • Vidio
  • Internasional
  • Nasional
  • Trending
  • Daerah
  • Ragam
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Budaya
No Result
View All Result
  • Home
  • Vidio
  • Internasional
  • Nasional
  • Trending
  • Daerah
  • Ragam
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Budaya
No Result
View All Result
Tajuk Jurnalis
No Result
View All Result
  • Home
  • Vidio
  • Internasional
  • Nasional
  • Trending
  • Daerah
  • Ragam
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Budaya
Home Nasional

Memaknai Tradisi Pernikahan Ala Siti Nurbaya Oleh Muliady Muh Djufri.

tajuddinnori25477 by tajuddinnori25477
Agustus 10, 2025
in Nasional
0
Memaknai Tradisi Pernikahan Ala Siti Nurbaya Oleh Muliady Muh Djufri.
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Tajukjurnalis.net,

Pernikahan ala kampung yang kadang di dominasi perjodohan ala Siti Nurbaya adalah pelaksanaan perkawinan yang mengikuti adat istiadat serta tradisi masyarakat pedesaan, sering kali melibatkan acara-acara seperti kenduri, tahlil, manakib, balas pantun dan bahkan acara kontaw serta berbagai ritual khusus sesuai budaya setempat, bahkan kadang ada dilakukan di luar pencatatan resmi dari Kantor Urusan Agama (KUA) karena di nilai sudah sah secara adat atau secara agama

Apa pun aneka ragam dan tradisi serta adat istiadat itu ,Tantu setiap kita manusia yang melaksanakan pernikahan hanya berniat untuk melakukan pernikahan itu sekali dalam seumur hidup dan juga tentu mengharapkan menikah dengan orang yang di cintai atau paling tidak menikah dengan orang yang di kenalnya secara baik..

Hal inilah kemudian yang menggeser secara perlahan lahan salah satu tradisi yang namanya perjodohan atau di jodohkan dalam artian terjadinya komitmen atau ikatan janji antara kadua orang tua calon mempelai tanpa melibatkan atau meminta persetujuan dari anak anak mereka yang akan di jodohkan hingga pernikahan semacam ini kadang banyak yang gagal untuk menjalani bahtera rumah tangga sesuai harapan orang tua dikarenakan sulitnya menyatukan watak dan karakter yang bertolak belakang dan singkatnya waktu untuk mereka saling mengenal lebih lama hingga itidak ada pilihan kecuali berpisah secara Baik2 ,bahkan ada yang berpisah secara tidak baik dan saling membenci..,dan itu merupakan reziko dari pernikahan tradisi ala Siti Nurbaya.

Tapi kita juga tidak bisa menutup mata ketika melihat fenomena di zaman moderen justru mala kasus perceraian tidak lebih berkurang di bandingkan zaman Siti Nurbaya, artinya apa? bahwa, pernikahan lewat perjodohan orang tua tidaklah semuanya bisa di katakan kurang baik, semua tergantung dan kembali pada yang menjalaninya..jika niatnya menikah untuk ibadah semata karena ALLAH, saya kira akan tumbuh keihklasan serta ketulusan untuk saling menerima satu diantara keduanya.

Demikian halnya dengan pernikahan yang di awali dengan saling mengenal lebih lama di antara keduanya atau istilah moderen adalah pacaran sebelum menikah, ini juga tidak bisa di jadikan jaminan untuk langgengnya sebuah rumah tangga di karenakan sangking lamanya bersama sebelum menikah,,kadang timbul kejenuhan yang berujung pada saling meremehkan satu sama lain dan atau timbulnya penghianatan di usia muda pernikahan yang ujung ujungnya juga berakhir dengan perceraian, pada hal semua kita sama tahu bahwa, perceraian itu memang perbuatan halal,tapi paling di benci oleh ALLAH SWT.

Kesimpulannya adalah , bahwa,menikah dengan pilihan orang tua atau menikah dengan pilihan sendiri.,lakukanlah dengan niat baik sebagai ibadah semata kepada ALLAH,jika kita melandasi pernikahan dengan Cinta dan Kasih sayang,maka, Cintailah dan Kasihii serta Sayangi dia karena ALLAH. dan tidak boleh ada diantara kita Mencintai dan Menyayangi Melebihi Rasa Cinta dan Sayang Kita Kepada ALLAH.

“Qul in kuntum tuhibbunallaha fattabiuni yuhbibkumullah” (قُلْ اِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللّٰهَ فَاتَّبِعُوْنِيْ يُحْبِبْكُمُ اللّٰهُ). Artinya adalah: “Katakanlah (Nabi Muhammad), ‘Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku (Nabi Muhammad), niscaya Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu'”.
QS AL IMRAN AYAT 3 (Penulis Adalah :
Pimpinan Umum/Pimpinan Redaksi Media Kompas Pemburu Keadilan)

Previous Post

Polres Wajo Hadirkan Pasar Murah Polri untuk Ringankan Beban Ekonomi Masyarakat

Next Post

Konsultasi Publik Pt. Rimba Makmur Sentosa

tajuddinnori25477

tajuddinnori25477

Next Post
Konsultasi Publik Pt. Rimba Makmur Sentosa

Konsultasi Publik Pt. Rimba Makmur Sentosa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
Plugin Install : Widget Tab Post needs JNews - View Counter to be installed
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Pilkades Digital Desa Haurkuning Paseh, Diduga Ada kejanggalan Akan Menempuh Jalur Hukum Tuntut Keadilan

Pilkades Digital Desa Haurkuning Paseh, Diduga Ada kejanggalan Akan Menempuh Jalur Hukum Tuntut Keadilan

Oktober 31, 2026
STOP PRESS! Mushodirin Resmi Diberhentikan Tidak dengan Hormat sebagai Kabiro Jombang Media Tajuk Jurnalis, Berlaku 30, Oktober, 2026

STOP PRESS! Mushodirin Resmi Diberhentikan Tidak dengan Hormat sebagai Kabiro Jombang Media Tajuk Jurnalis, Berlaku 30, Oktober, 2026

Oktober 30, 2026
Dari Ngopi Bareng hingga Konfercab, GP Ansor Wajo Hidupkan Semangat Sumpah Pemuda

Dari Ngopi Bareng hingga Konfercab, GP Ansor Wajo Hidupkan Semangat Sumpah Pemuda

Oktober 28, 2026
Bupati Wajo Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kapolres Wajo Turut Hadir

Bupati Wajo Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kapolres Wajo Turut Hadir

Oktober 28, 2026

Recent News

Pilkades Digital Desa Haurkuning Paseh, Diduga Ada kejanggalan Akan Menempuh Jalur Hukum Tuntut Keadilan

Pilkades Digital Desa Haurkuning Paseh, Diduga Ada kejanggalan Akan Menempuh Jalur Hukum Tuntut Keadilan

Oktober 31, 2026
STOP PRESS! Mushodirin Resmi Diberhentikan Tidak dengan Hormat sebagai Kabiro Jombang Media Tajuk Jurnalis, Berlaku 30, Oktober, 2026

STOP PRESS! Mushodirin Resmi Diberhentikan Tidak dengan Hormat sebagai Kabiro Jombang Media Tajuk Jurnalis, Berlaku 30, Oktober, 2026

Oktober 30, 2026
Dari Ngopi Bareng hingga Konfercab, GP Ansor Wajo Hidupkan Semangat Sumpah Pemuda

Dari Ngopi Bareng hingga Konfercab, GP Ansor Wajo Hidupkan Semangat Sumpah Pemuda

Oktober 28, 2026
Bupati Wajo Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kapolres Wajo Turut Hadir

Bupati Wajo Pimpin Upacara Hari Sumpah Pemuda ke-98, Kapolres Wajo Turut Hadir

Oktober 28, 2026

Browse by Category

  • Avetorial
  • Berita Vidio
  • Budaya
  • Daerah
  • Ekonomi
  • Hukum & Kriminal
  • Internasional
  • Nasional
  • Olahraga
  • Opini
  • Politik
  • Ragam
  • Trending
  • UMKM
  • Wisata

Recent News

Pilkades Digital Desa Haurkuning Paseh, Diduga Ada kejanggalan Akan Menempuh Jalur Hukum Tuntut Keadilan

Pilkades Digital Desa Haurkuning Paseh, Diduga Ada kejanggalan Akan Menempuh Jalur Hukum Tuntut Keadilan

Oktober 31, 2026
STOP PRESS! Mushodirin Resmi Diberhentikan Tidak dengan Hormat sebagai Kabiro Jombang Media Tajuk Jurnalis, Berlaku 30, Oktober, 2026

STOP PRESS! Mushodirin Resmi Diberhentikan Tidak dengan Hormat sebagai Kabiro Jombang Media Tajuk Jurnalis, Berlaku 30, Oktober, 2026

Oktober 30, 2026
  • Redaksi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber

Hak Cipta Tajukjurnalis.net © 2024 Web Development PT.TAB | TabWeb

No Result
View All Result
  • Home
  • Vidio
  • Internasional
  • Nasional
  • Trending
  • Daerah
  • Ragam
  • Hukum & Kriminal
  • Politik
  • Ekonomi
  • Opini
  • Olahraga
  • Budaya

Hak Cipta Tajukjurnalis.net © 2024 Web Development PT.TAB | TabWeb

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In